Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Korea Utara Promosikan Obat Tradisional untuk Lawan Covid

Minggu, 22 Mei 2022 | 12:28 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Gambar dari Kantor Berita Pusat Korea Utara pada 18 Mei yang menunjukkan warga sedang diperiksa untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Pyongyang.

Seoul, Beritasatu.com- Korea Utara mempromosikan obat-obatan tradisional dalam upaya untuk memerangi wabah Covid-19. Seperti dilaporkan the Guardian, Kamis (19/5/2022), media pemerintah telah memberi tahu pasien untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit serta pengobatan rumahan yang belum diverifikasi seperti teh daun willow.

Korea Utara (Korut) meningkatkan produksi obat-obatan dan pasokan medis termasuk alat sterilisasi dan termometer. Korut juga mendorong penggunaan obat-obatan tradisional Korea yang dikatakan dapat mengurangi demam dan rasa sakit saat memerangi wabah virus corona yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Obat-obatan tradisional efektif dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit berbahaya,” kata kantor berita pemerintah KCNA, meskipun tidak ada bukti medis untuk klaim tersebut.

Gelombang Covid-19 yang pertama kali dikonfirmasi Korea Utara pekan lalu telah mengipasi kekhawatiran atas kurangnya sumber daya medis dan vaksin di negara itu. Badan hak asasi manusia PBB memperingatkan konsekuensi "menghancurkan" bagi 25 juta penduduknya.

Menurut KCNA, setidaknya 262.270 orang melaporkan gejala demam, dan satu orang lagi meninggal pada Rabu malam. KCNA mengutip data dari markas besar pencegahan epidemi darurat negara bagian. KCNA tidak menentukan berapa banyak orang yang dites positif terkena virus.

Korea Utara, yang telah memberlakukan karantina nasional, sejauh ini telah melaporkan 1.978.230 orang dengan gejala demam dan 63 kematian, dan menerapkan tindakan anti-virus yang ketat.

Kee Park, seorang spesialis kesehatan global di sekolah kedokteran Harvard yang telah bekerja pada proyek perawatan kesehatan di Korea Utara. Park mengatakan jumlah kasus baru akan mulai melambat sebagai akibat dari langkah-langkah pencegahan yang diperkuat seperti pembatasan perjalanan dan memisahkan pekerja dalam kelompok untuk pekerjaan mereka.

Tetapi, kata Park, Korea Utara akan berjuang untuk memberikan perawatan bagi sejumlah besar orang dengan Covid-19. Dia menambahkan bahwa kematian bisa mencapai puluhan ribu mengingat besarnya beban kasusnya.

“Pabrik-pabrik mengeluarkan lebih banyak jarum suntik, obat-obatan, termometer, dan persediaan medis lainnya dengan cara kilat di ibu kota, Pyongyang, dan daerah sekitarnya,” kata KCNA, sementara lebih banyak bangsal isolasi dipasang dan pekerjaan disinfeksi diintensifkan.

“Ribuan ton garam segera diangkut ke kota Pyongyang untuk menghasilkan larutan antiseptik,” kata KCNA.

Laporan itu muncul setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengkritik distribusi obat-obatan yang tidak efektif dan mengecam para pejabat karena tanggapan mereka yang "tidak dewasa" terhadap epidemi tersebut.

“Perawatan tradisional adalah yang terbaik” ujar seorang wanita kepada penyiar negara ketika suaminya menggambarkan bahwa anak-anak mereka berkumur dengan air asin setiap pagi dan malam.

Seorang warga tua Pyongyang mengatakan dia telah dibantu oleh teh jahe dan ventilasi kamarnya.

“Saya awalnya takut dengan Covid-19, tetapi setelah mengikuti saran dokter dan mendapatkan perawatan yang tepat, ternyata bukan masalah besar,” katanya dalam wawancara yang disiarkan televisi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI