Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

KPK Terima Laporan soal PT Merpati Nusantara Airlines

Senin, 23 Mei 2022 | 19:10 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / CAR
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines dan direksi dana pensiun PT Merpati Nusantara Airlines dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyampaian laporan tersebut dibenarkan oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

“Terkait laporan dimaksud, informasi yang kami terima, benar telah diterima bagian persuratan KPK,” ujar Ali dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

Ali menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Hanya saja, dia menekankan pihaknya akan melakukan verifikasi dan telaah dahulu terhadap laporan tersebut. Verifikasi diperlukan untuk mengetahui layak atau tidaknya laporan tersebut ditindaklanjuti dengan proses telaah atau diarsipkan.

Tidak kalah penting, Ali menegaskan KPK akan proaktif menelusuri serta mengumpulkan berbagai keterangan dan informasi tambahan untuk melengkapi aduan yang disampaikan. Dikatakan pula, pengaduan masyarakat menjadi salah satu simpul kolaborasi Komisi Pemberantasan Korupsi dengan publik dalam rangka pemberantasan korupsi.

“Apabila aduan tersebut menjadi kewenangan KPK tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutur Ali.

Diketahui, laporan terkait dugaan korupsi tersebut disampaikan oleh tim advokasi paguyuban mantan pilot PT Merpati Nusantara Airlines.

“Berdasarkan dari Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI, ada dokumen yang memang kami miliki bahwa kesimpulan ada dugaan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme yang diduga terjadi di kepengurusan PT Merpati Nusantara Airlines,” kata kuasa hukum tim advokasi paguyuban mantan pilot PT Merpati Nusantara Airlines Lamsihar Rumahorbo di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (23/5/2022).

Dia memaparkan sejak 2014 maskapai tersebut sudah tidak mengudara lagi. Meski demikian, diketahui hak-hak dari para karyawan di perusahaan tersebut tidak diberikan. “Mengenai dana pensiun, pesangon, dan juga hak-hak karyawan ini tidak diberikan atau tidak diserahkan,” tegasnya.

“Jadi, kami banyak sekali melihat adanya banyak kejanggalan-kejanggalan yang memang terjadi di PT Merpati Nusantara Airlines. Dalam hal ini jelas-jelas selain daripada merugikan hak-hak dari para klien kami, juga merugikan keuangan negara Republik Indonesia,” tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI