Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

KPK Sebut Analisis ICW soal Kerugian Negara Salah Kaprah

Senin, 23 Mei 2022 | 20:17 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / CAR
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Jakarta, Beritasatu.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons analisis Indonesia Corruption Watch (ICW) soal kerugian keuangan negara terkait perkara korupsi. KPK menilai analisis ICW mengenai hal tersebut salah kaprah.

“Dari analisis yang salah kaprah tersebut, maka kesimpulan prematur yang dihasilkan pun bisa dipastikan keliru,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

Ali menilai analisis ICW mencampuradukan pembahasan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor dengan pasal-pasal suap dan sejenisnya. “Padahal, perlu kita garis bawahi, yang berkaitan dengan kerugian negara hanya Pasal 2 atau 3 UU Tipikor saja,” ungkap Ali.

“Jika kita juga memahami hukum dengan baik, tipologi korupsi pasal suap secara normatif tidak ada kaitannya dengan kerugian negara,” tambahnya.

Imbas dari analisis yang salah kaprah tersebut yakni kekeliruan dalam penarikan kesimpulan. Sejumlah aspek yang Ali nilai keliru yakni dalam pembahasan aspek pidana badan, jumlah uang pengganti, serta tuntutan pidana tambahan lainnya dalam sejumlah bentuk seperti pencabutan hak politik.

Tidak hanya itu, Ali juga memandang analisis ICW tidak mencantumkan soal pembahasan subsider hukuman yang sebetulnya merupakan hak para terpidana. “Sehingga bisa jadi, pengembalian kerugian keuangan negara tersebut digantikan dengan hukuman badan,” tegasnya.

Perlu diketahui, ICW mengungkapkan kerugian keuangan negara akibat perkara korupsi pada 2021 mencapai sekitar Rp 62,9 triliun. Dari nominal kerugian tersebut, KPK menangani perkara korupsi dengan jumlah nominal kerugian negara sekitar Rp 800 miliar atau 1 persen dari total kerugian negara pada 2021 akibat korupsi. Hal itulah yang kemudian menjadi sorotan ICW.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI