Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Singgung Demo Pendukung UAS, Kiai Cholish: 100% Singapura Tidak Salah

Selasa, 24 Mei 2022 | 17:14 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Suriyah PWNU DKI, KH Muzakki Cholish

Jakarta, Beritasatu.com - Syuriyah PWNU DKI Jakarta Kiai Muzakki Cholish merespons demonstrasi yang dilakukan pendukung Ustaz Abdul Somad (UAS) di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura di Jalan HR Rasuna Said, Jumat (20/5/2022).

Menurut Kiai Cholish, pemerintahan Singapura 650 tidak salah menolak Abdul Somad masuk ke negara tersebut. Sebagai negara yang berdaulat, Singapura berhak menolak seseorang masuk ke negaranya sebagai bentuk pertahanan nasionalnya.

"Penolakan Singapura terhadap UAS itu bukti bahwa negara itu berdaulat secara utuh, termasuk kedaulatan hukum. Singapura menolak Abdul Somad sebagai bentuk pertahanan nasionalnya dari anasir-anasir apapun termasuk agama, agama apa pun ya, karena bukan hanya Abdul Somad saja yang ditolak di Singapura", kata Cholish kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).

Menurut Kiai Cholish, demo yang dilakukan pendukung UAS di Kedubes Singapura tidak berdampak apa pun. Singapura sebagai negara yang berdaulat, kata dia, pasti akan menjaga dari pengaruh ideologi yang mengancam integrasi bangsanya.

"Maka dari itu tidak berpengaruh adanya demo di depan Kedubes Singapura, karena mereka negara kuat secara ekonomi dan politik, di kawasan Asia Tenggara tidak ada negara sekuat Singapura secara ekonomi dan politik", tegas Kiai Cholish.

Menurut Cholish, Indonesia masih lemah dalam urusan melakukan seleksi dan menjaga negara dari pengaruh ideologi asing yang berbahaya dan mengancam kedaulatan dan integritas.

"Sedangkan kita, harus diakui kita masih lemah dalam hal ini sehingga puluhan aliran keagamaan dan ideologi luar tumbuh subur di NKRI. Kedaulatan hukum suatu negara sangat berpengaruh pada hubungan bilateral dan multilateral negara itu," ungkap dia.

Kiai Cholish pun menilai Indonesia perlu belajar dari kasus Singapura ini. Dikatakan, perlu adanya lembaga atau kementerian yang khusus menangani hal ini, karena bela negara itu hukumnya fardlu 'ain atau wajib.

"Mungkin Indonesia perlu ada menteri khusus pertahanan dalam negeri untuk menghadapi hal-hal semacam ini, karena ini sangat krusial dan bisa mengancam eksistensi dan kedaulatan NKRI, bela negara itu hukumnya wajib 'ain, sebagaimana Nabi menjaga Madinah dari pengaruh para bughat (pemberontak) baik itu dari Yahudi atau kalangan muslim itu sendiri, karena tak sedikit muslim yang memberontak Nabi Muhammad," kata Kiai Cholish.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI