Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemendagri Gelar Rakernas Forsesdasi 2022 Bersama ESQ

Selasa, 24 Mei 2022 | 18:45 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD
Pendrii ESQ Ary Ginanjar saat memberikan paparan pada Rapat Kerja Nasional Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) yang dilaksanakan di Grand Sahid Jaya Hotel, Senin 23 Mei 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Kemendagri menggelar Rapat Kerja Nasional Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) dengan menggandeng ESQ Leadership Centre. Kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri dengan ACT Consulting tersebut guna memperkuat implementasi core values ASN Ber-AKHLAK yang dilaksanakan secara hybrid, Senin (23/5/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro yang didampingi oleh Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Alex Denni, lalu Ketua Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia Gita Ariadi, founder ESQ Leadership Centre /ACT Consulting Ary Ginanjar Agustian, Karo Ortala, Para Sekretaris Daerah Provinsi dan kabupaten/kota.

Suhajar mengatakan bahwa digelarnya kegiatan ini sebagai wadah berhimpun para Sekda provinsi dan kabupaten/kota agar saling membantu serta dapat berpartisipasi menyelenggarakan pemerintahan nasional dan daerah. Sehingga Forsesdasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dinamika pemerintahan.

"Dalam kesempatan ini juga, kita berkumpul untuk membahas core values ASN yang baru yaitu Ber-AKHLAK, yang telah diluncurkan oleh Presiden bulan Juli tahun lalu. Sebelum menjadi core values ASN Ber-AKHLAK, Kementerian PANRB dan jajarannya telah mengadakan survei nasional budaya kerja di berbagai wilayah. Lalu, semua itu diambil kesimpulan atau saripatinya menjadi Ber-AKHLAK. Itulah cuplikan sejarahnya," ujar Suhajar.

"Dengan begitu, nilai nilai dasar ASN kita di Sekda seluruh Indonesia menjadi seragam. Tentang Ber-AKHLAK ini nanti akan ada paparan materi yang lebih lengkap oleh Ary Ginanjar, dan bagaimana cara mengimplementasikannya," lanjutnya.

Pria asal Karimun itu selalu mengatakan bahwasannya aparatur sipil negara maupun pejabat pejabat yang dipilih oleh rakyat beserta seluruh perangkatnya adalah pelayan masyarakat sesuai isi dari Pembukaan UUD 1945 alinea empat.

Selanjutnya, dalam kegiatan yang mengusung tema "Penguatan Impelementasi Reformasi Birokrasi Melalui Transformasi core valuesASN Ber-AKHLAK" tersebut, Ary Ginanjar menjelaskan tentang empat definisi dari budaya kerja.

"Budaya kerja adalah terkait dengan apa yang kita lakukan di sekitar kita, ‘sesuatu' yang akan kita tinggalkan kepada generasi berikutnya, apa yang kita lakukan ketika tidak ada yang melihat, serta mindset yang mengatur perilaku pegawai. Inilah yang disebut dengan core valuesBer-AKHLAK," tuturnya.

Ary memberikan dua cara untuk mengimplementasikan budaya kerja ASN Ber-AKHLAK, yaitu dengan cara timur dan cara barat. Cara timur adalah dengan menanamkan perilaku, values dan beliefs system. Sedangkan cara barat yaitu menggabungkan antara values, system serta leadership.

"Tanamkan nilai-nilai tersebut dalam keseharian bapak dan ibu. Anda adalah Sekda yang menjadi role model bagi ASN lainnya. Anda juga harus temukan makna dalam bekerja, agar mudah dalam mengimplementasikan nilai nilai Ber-AKHLAK di kehidupan sehari-hari," lanjutnya.

Ari menambahkan bahwa pegawai yang menemukan makna bekerja cenderung bekerja lebih keras, lebih kreatif dan lebih tahan banting sehingga tiga kali lebih tinggi kemungkinannya untuk bertahan di organisasinya, empat kali lebih terikat dengan pekerjaannya, tujuh kali lebih baik dalam hal kepuasan bekerja.

"Hal itu semua memberikan dampak positif terhadap kinerja organisasi. Saat pegawai menemukan makna bekerja, maka organisasi tersebut mendapatkan kepuasan pelanggan yang lebih baik," ucapnya.

Ia juga menuturkan, benteng yang sedang dihadapi dalam membangun ASN Ber-AKHLAK guna memajukan bangsa mungkin nampak mustahil. Namun ada satu hal yang harus dilakukan yaitu keputusan dari diri sendiri untuk menolong bangsa ini.

"Seandainya pun kita gagal tidak apa-apa, tapi mungkin anak kita, ASN baru yang kita didik dan kita latih, mungkin dia yang akan merubah Indonesia. Paling tidak kita pernah melakukan sesuatu dan bertindak sesuatu demi untuk menolong Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," tegas Ary.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI