Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Proyek MRT Cikarang-Balaraja dan Fatmawati-TMII Butuh Rp 188 Triliun

Selasa, 24 Mei 2022 | 18:47 WIB
Oleh : Primus Dorimulu / BW
Pengendara mobil dan motor nampak melintas di depan Jalan MH. Thamrin yang d ijalur tengahnya sedang berlangsung pembangunan Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2, Jakarta, Selasa 24 Mei 2022. Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2 membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat. Dengan hadirnya fase 2 ini, total panjang jalur utara—selatan menjadi sekitar 27,8 kilometer dengan total waktu perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus Grab hingga Stasiun Kota sekitar 45 menit. Jarak antarstasiun sekitar 0,6—1 kilometer dengan sistem persinyalan Kendali Kereta Berbasis Komunikasi (CBTC) dan sistem operasi otomatis tingkat 2.

Jakarta, Beritasatu.com – Proyek MRT Fase 3 Cikarang-Balaraja (timur-barat) sepanjang 87 km dan Fase 4 Fatmawati-Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan panjang 12 km membutuhkan dana Rp 188 triliun.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, kedua proyek tersebut diharapkan sudah selesai pada 2030.

Dia menambahkan, untuk MRT Fase 3 dibutuhkan biaya sampai Rp 160 triliun, sedangkan pendanaan MRT Fase 4 membutuhkan Rp 28 triliun.

“Ada MRT east-west 87 km sekitar Rp 160 triliun biayanya. Kemudian, Fase 4 dari Taman Mini ke Fatmawati diperkirakan sekitar Rp 28 triliun. Itu juga sedang kita cari proses pendanaannya,” terang William di sela diskusi Forum Pemimpin Redaksi bersama PT MRT Jakarta di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Dia menyebutkan, skema pendanaan untuk kedua proyek MRT itu akan diusulkan dengan model pendekatan konsorsium sehingga PT MRT Jakarta bersama konsorsium bisa fleksibel mencari pendanaan dan tak bergantung sepenuhnya dari pinjaman yang ditanggung pemerintah.

“MRT itu bisa mencari pendanaan sendiri, kita aktif mencari pendanaan dan juga bekerja sama dengan sektor swasta yang ada di sepanjang jalur yang berminat untuk membangun transit oriented development (TOD),” papar William.

Menurut dia, untuk Fase 3, sudah ada ketertarikan dari Japan International Cooperation Agency (JICA), Asian Development Bank (ADB), European Investment Bank (EIB), dan UK Export Finance (UKEF).

“European Investment Bank ini juga berminat untuk membangun dari Fatmawati dan Taman Mini Indonesia Indah. Ini tujuannya supaya ada akselerasi, lebih cepat dibangun, dan juga mengurangi beban pemerintah karena pemerintah juga mungkin ada prioritas yang lain. Kita menawarkan sebuah model pendekatan untuk menggunakan kerja sama dengan pemberi pinjaman dan juga dengan sektor swasta,” imbuh William.

Saat ini, PT MRT Jakarta juga tengah membangun MRT Fase 2A Bundaran HI-Jakarta Kota senilai Rp 22,5 triliun yang terbagi atas dua segmen, yakni Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan selesai pada Maret 2025 dan Harmoni-Jakarta Kota yang ditargetkan rampung pada Agustus 2027.

Selain itu, MRT Jakarta sedang menyiapkan pembangunan MRT Fase 2B dari Jakarta Kota ke Ancol Barat dengan target selesai pada 2030. Untuk menyambungkan hingga ke Ancol Barat, diperkirakan butuh tambahan dana Rp 10 triliun.

Oleh karena itu, untuk merampungkan MRT Fase 2 secara keseluruhan butuh dana Rp 32,5 triliun yang semuanya bersumber dari pinjaman JICA.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI