Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Waspada, Cacar Monyet Bisa Menular Lewat Cairan Tubuh

Rabu, 25 Mei 2022 | 07:21 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH
Kepala Institut Mikrobiologi Angkatan Bersenjata Jerman menjalankan penelitian di laboratoriumnya di Munich, Jerman, setelah kasus pertama cacar monyet terdeteksi di Jerman.

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan cacar monyet yang disebabkan oleh virus human monkeypox (MPVX) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis, berpotensi dapat menular lewat cairan tubuh.

Juru Bicara Kemenkes, dr Mohammad Syahril mengatakan cacar monyet paling banyak menular melalui kontak erat dan sentuhan langsung, baik dengan manusia yang sedang sakit cacar monyet, atau dengan hewan monyet yang terpapar virus tersebut.

"Penularan pertama bisa darah air liur maupun cairan tubuh. Yang kedua lesi di kulit, karena cacar ini seperti ada cairannya, maka itu kalau pecah bisa memberikan penularan. Kemudian juga ada dugaan droplet di pernapasan dan juga darah," katanya dalam konferensi pers Perkembangan Kasus Hepatitis Akut dan Cacar Monyet di Indonesia, Selasa (24/5/2022).

Masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 sampai 16 hari tetapi dapat mencapai 5 sampai 21 hari. Fase awal gejala yang terjadi pada 1 sampai 3 hari yaitu demam tinggi, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.

Pada fase erupsi atau fase paling infeksius terjadinya ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Secara bertahap mulai dari bintik merah seperti cacar makulopapula, lepuh berisi cairan bening (blister), lepuh berisi nanah (pustule), kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok.

“Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok,” ucap dr. Syahril.

Upaya pencegahan untuk masyarakat, jika mengalami gejala demam dan ruam harap memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. Masyarakat diimbau mematuhi protokol kesehatan dengan menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.

WHO menetapkan cacar monyet saat ini menjadi penyakit yang memerlukan perhatian masyarakat global, karena sebagian besar kasus dilaporkan dari pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara endemis.

“Sebagian kasus berhubungan dengan adanya keikutsertaan pada pertemuan besar yang dapat meningkatkan risiko kontak baik melalui lesi, cairan tubuh, droplet, dan benda yang terkontaminasi,” tutur dr Syahril.

Walaupun cacar monyet (monkeypox) di Tanah Air belum ditemukan, Syahril mengatakan Indonesia tetap waspada. Kemenkes sudah melakukan langkah mitigasi sebagai kewaspadaan cacar monyet. Upaya tersebut dari penyiapan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan hingga kapasitas lab pemeriksa dan rujukan.

"Indonesia belum ada kasus (cacar monyet). Tetapi karena ini adalah (penyakit) yang bisa menular kepada negara lain, yang dibawa oleh hewan maupun manusia, maka seluruh negara sebetulnya sudah melakukan upaya-upaya kewaspadaan," terangnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI