Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ekonomi Sirkular Ciptakan Proses Produksi Ramah Lingkungan

Rabu, 25 Mei 2022 | 11:17 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Direktur Operasional Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandriyo di sela acara Media Gathering di Pabrik Mojokerto, Kamis (29/11).

Jakarta, Beritasatu.com - PT Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) menerapkan praktik circular economy atau ekonomi sirkular untuk menciptakan proses produksi ramah lingkungan.

Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandryo, mengatakan, pabrik Ajinomoto di Mojokerto telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai zero waste yang merupakan upaya meminimalkan dan mengurangi pencemaran lingkungan hingga ke titik nol.

"Berbagai upaya ekonomi sirkular yang dilakukan meliputi pengurangan emisi karbon, pengurangan konsumsi air, penerapan bio-cycle dan eco-activity yang menghasilkan co-product seperti pupuk Ajifol, Amina, dan bahan baku pakan ternak FML. Selain itu, ada juga peningkatan pengelolaan air limbah supaya ketika disalurkan ke Sungai Brantas kualitas airnya menjadi lebih baik dan bersih," kata Yudho Koesbandryo, dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Rabu (25/5/2022).

Konsep ekonomi sirkular sendiri berkaitan dengan salah satu kebijakan yang digulirkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yakni industri hijau.

Implementasi industri hijau mengupayakan efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyeleraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Adapun pengembangan ekonomi sirkular membawa peluang bagi sejumlah sektor industri di Indonesia, termasuk juga bagi Ajinomoto.

Menurut Yudho, Ajinomoto selalu mempertahankan dan meningkatkan efisiensi produksi dari hulu hingga hilir pada proses produksi yang ada. Di hulu, dengan teknologi yang dipunya, perusahaan menekan penggunaan raw materials untuk meningkatkan produktivitas.

Pada proses tersebut hingga mencapai hilirnya, perusahaan menghasilkan co-product atau produk samping yang memiliki nilai jual dan bisa diaplikasikan di bidang pertanian.

"Selain mengolah produk samping cair dari hasil produksi MSG, di Agriculture Development Department kami juga bertanggung jawab untuk mengolah produk samping dalam bentuk padat menjadi pembenah tanah GCC Mix, material pakan ternak Tritan, dan beberapa co-product lainnya yang juga mempunyai nilai jual," imbuh Yudho.

Yudho menjelaskan, selain proses pembuatan co-product yang menerapkan bio-cycle dan eco-activity, Ajinomoto juga banyak menerapkan aktivitas produksi yang ramah lingkungan dan sesuai konsep ekonomi sirkular seperti pengurangan 34.900 ton emisi karbon (CO2) dengan berbagai cara seperti mengurangi konsumsi bahan bakar seluruh transportasi di tempat kerja, memangkas penggunaan tenaga listrik, dan mengatasi kebocoran uap pada peralatan produksi.

"Kami mempunyai target mengurangi 180.000 ton CO2 pada tahun 2023, dari based line tahun 2018,” jelasnya.

Selain itu, Ajinomoto juga berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan air hingga 31%, dari based line tahun 2016, dengan melakukan penghematan melalui peningkatan kualitas air atau water treatment pada aktivitas produksi.

Komitmen ini juga sebagai wujud partisipasi perusahaan dalam mensukseskan program pelestarian lingkungan hidup dari pemerintah dan seiring dengan cita-cita Ajinomoto Co Inc (Jepang) dalam membantu mengurangi dampak lingkungan hingga 50%.

Langkah ini juga bertujuan untuk menjaga ketersediaan air dalam skala regional, sehingga dapat membantu mengatasi keterbatasan sumber daya air akibat peningkatan konsumsi air terutama pada saat masa pandemi.

"Kami aktif mengerjakan kegiatan reduce, reuse, recovery, dan recycle untuk penggunaan air di setiap aktivitas yang ada. Hal ini cukup menggembirakan, karena meski dengan mengurangi penggunaan air hingga 31%, kemampuan produksi MSG dan seasoning lain masih bisa meningkat,” ungkap Yudho.

Kemudian, tambah Yudho, masalah lingkungan lain di Indonesia adalah jumlah sampah plastik yang dari tahun ke tahun kian menumpuk. Menyoroti masalah ini, Ajinomoto turut mengambil langkah konkret sebagai implementasi ekonomi sirkular.

"Brand MSG Ajinomoto, yang lekat dengan keseharian keluarga Indonesia, ikut berkontribusi mengatasi permasalahan penumpukan sampah plastik dengan mengurangi hingga 30% penggunaan material plastik di kemasannya," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI