Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Moderna Uji Bakal Vaksin Cacar Monyet

Rabu, 25 Mei 2022 | 15:55 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Seorang pria berdiri di luar markas Moderna di Cambridge, Massachusetts, Senin (18/5). Perusahaan bioteknologi AS Moderna melaporkan hasil awal yang menjanjikan dari tes klinis pertama dari vaksin eksperimental untuk melawan Covid-19 yang dilakukan pada sejumlah kecil sukarelawan.

Massachusetts, Beritasatu.com- Moderna Inc sedang menguji bakal vaksin terhadap cacar monyet dalam tahapan uji pra-klinis. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (24/5/2022), pengujian dilakukan ketika penyakit itu terus menyebar di Amerika Serikat dan Eropa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pada Selasa (24/5) telah ada 131 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi. Ada pula 106 kasus yang dicurigai lebih lanjut sejak yang pertama dilaporkan pada 7 Mei di luar negara, tempat biasanya menyebar.

Moderna tidak segera menanggapi permintaan untuk rincian lebih lanjut tentang vaksin cacar monyet.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyatakan pemerintah sedang dalam proses merilis dosis vaksin cacar Jynneos, yang dibuat oleh Bavarian Nordic AS, untuk digunakan dalam kasus cacar monyet.

Secara terpisah, Reuters melaporkan pada Kamis (19/5), Siga Technologies telah menerima permintaan untuk penggunaan obat cacar untuk mengobati cacar monyet.

“Belum ada pengiriman tetapi perusahaan itu dalam posisi yang baik untuk hal pasokan,” kata CEO Siga, Phil Gomez.

Obat tersebut, yang disetujui untuk menangani cacar di Amerika Serikat (AS) dan keluarga orthopoxvirus yang mencakup cacar monyet dan cacar sapi di Uni Eropa (UE), telah disimpan di gudang pemerintah sebagai bagian dari respons pandemi.

"Seperti yang dapat Anda bayangkan dengan wabah di Eropa, kami telah menerima permintaan dan kami menanggapinya semampu kami. Kami terlibat dengan rekan-rekan kami di Eropa tentang cara terbaik untuk mendukung tanggapan itu," kata Gomez, tanpa mengungkapkan rinciannya soal permintaan.

Kasus cacar monyet kini telah dilaporkan atau dicurigai di Inggris, Portugal, Spanyol, dan Amerika Serikat. Virus ini menyebabkan gejala demam serta ruam bergelombang yang khas.

Penyakit ini, pertama kali diidentifikasi pada monyet, biasanya menyebar melalui kontak dekat dan sebagian besar terjadi di Afrika barat dan tengah.

Saham Siga yang berbasis di New York naik 19 persen pada Kamis (19/5), bersama dengan saham pengembang vaksin dan obat cacar lainnya.

Produsen obat yang berbasis di Kopenhagen, Bavarian Nordic pada hari Kamis menyatakan telah mendapatkan kontrak dengan negara Eropa yang dirahasiakan untuk memasok vaksin cacar, Imvanex, sebagai tanggapan terhadap wabah tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI