Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Spanyol Laporkan Temuan 59 Kasus Cacar Monyet

Kamis, 26 Mei 2022 | 10:16 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Kepala Institut Mikrobiologi Angkatan Bersenjata Jerman menjalankan penelitian di laboratoriumnya di Munich, Jerman, setelah kasus pertama cacar monyet terdeteksi di Jerman.

Madrid, Beritasatu.com- Pemerintah Spanyol mendeteksi 59 kasus cacar monyet, pada Rabu (25/5/2022). Seperti dilaporkan AFP, Spanyol akan memperoleh vaksin dan obat antivirus untuk membendung penyebarannya melalui kesepakatan pengadaan bersama Uni Eropa (UE).

“Sebanyak 59 orang dinyatakan positif mengidap penyakit itu melalui tes PCR, 20 orang di antaranya dipastikan memilikinya melalui pengurutan genom,” kata Menteri Kesehatan Carolina Darias.

Secara total, 171 kasus dugaan cacar monyet telah dilaporkan secara nasional.

“Spanyol juga bermaksud untuk memperoleh vaksin cacar Imvanex dan antivirus Tecovirimat - biasanya digunakan untuk mengobati penyakit yang sama - melalui skema pengadaan bersama UE untuk mencoba menghentikan penyebaran cacar monyet,” kata Darias.

Otoritas Tanggap Darurat Kesehatan Uni Eropa akan membuat vaksin cacar tersedia untuk negara-negara anggota. Otoritas menambahkan dosis akan didistribusikan secara adil di antara negara-negara anggota.

Tidak ada pengobatan khusus tetapi vaksinasi terhadap cacar telah ditemukan sekitar 85 persen efektif dalam mencegah cacar monyet.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa, pada 22 Mei, lebih dari 250 kasus yang dikonfirmasi dan dicurigai telah secara resmi dilaporkan ke badan kesehatan PBB dari 16 negara di luar negara endemik di Afrika barat dan tengah.

Cacar monyet, yang biasanya tidak berakibat fatal, dapat menyebabkan demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, kelelahan, dan ruam seperti cacar air di tangan dan wajah.

Pada Senin (23/5), Pemerintah Jerman menyatakan sedang menilai opsi untuk vaksinasi, sementara Inggris telah menawarkannya kepada beberapa petugas kesehatan.

Otoritas kesehatan masyarakat di Eropa dan Amerika Utara sedang menyelidiki lebih dari 100 kasus yang dicurigai dan dikonfirmasi dari infeksi virus dalam wabah virus terburuk di luar Afrika, tempat penyakit itu merupakan endemik.

Langkah-langkah utama untuk mengendalikan wabah adalah pelacakan kontak dan isolasi, kata Pebody, seraya mencatat bahwa cacar monyet bukan virus yang menyebar dengan sangat mudah, juga sejauh ini tidak menyebabkan penyakit serius.

“Vaksin yang digunakan untuk memerangi cacar monyet dapat memiliki beberapa efek samping yang signifikan,” tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI