Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pfizer Tawarkan Vaksin dan Obat Murah ke Negara Miskin

Jumat, 27 Mei 2022 | 07:07 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
CEO Pfizer Albert Bourla berbicara sesi di pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss pada Rabu 25 Mei 2022.

Davos, Beritasatu.com- Pfizer menawarkan vaksin dan obat-obatan murah, ke negara-negara miskin. Seperti dilaporkan AP, Rabu (25/5/2022), Pfizer akan menyediakan hampir dua puluh produk, termasuk vaksin dan pengobatan Covid-19 terlaris, dengan harga nirlaba di beberapa negara termiskin di dunia.

Produsen obat itu mengumumkan program tersebut pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Pfuzer menyatakan program itu ditujukan untuk meningkatkan kesetaraan kesehatan di 45 negara berpenghasilan rendah. Sebagian besar negara berada di Afrika, tetapi daftar itu juga mencakup Haiti, Suriah, Kamboja, dan Korea Utara.

Produk, yang tersedia secara luas di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, termasuk 23 obat-obatan dan vaksin yang mengobati penyakit menular, beberapa jenis kanker dan kondisi langka dan peradangan.

Juru bicara perusahaan Pam Eisele mengatakan hanya sejumlah kecil obat-obatan dan vaksin yang saat ini tersedia di 45 negara. Pfizer yang berbasis di New York hanya akan membebankan biaya produksi dan biaya distribusi "minimal." Kebijakan ini akan mematuhi sanksi apa pun dan semua undang-undang lain yang berlaku.

Produsen obat juga berencana untuk memberikan bantuan dengan pendidikan publik, pelatihan untuk penyedia layanan kesehatan dan manajemen pasokan obat.

“Apa yang kami temukan melalui pandemi adalah bahwa pasokan tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi negara-negara ini,” kata Ketua dan CEO Pfizer Albert Bourla pada Rabu (25/5) saat berbicara di Davos, Swiss.

Bourla mencatat bahwa miliaran dosis vaksin Covid-19 perusahaan, Comirnaty, telah ditawarkan secara gratis ke negara-negara berpenghasilan rendah, terutama melalui pemerintah AS, tetapi dosis itu tidak dapat digunakan sekarang.

Rencana Pfizer masih akan membuat banyak negara berpenghasilan menengah dan negara lain “membayar mahal untuk obat-obatan penyelamat nyawa yang tidak mampu mereka beli,” kata pernyataan dari Aliansi Vaksin Rakyat, satu kelompok organisasi hak asasi manusia yang mengadvokasi pembagian vaksin yang lebih luas. dan teknologi yang mendasarinya.

“Kita seharusnya tidak memuji pencatut pandemi sebagai pahlawan, bahkan ketika mereka membuat gerakan yang memenuhi syarat seperti ini,” kata pernyataan itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI