Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Anak Ridwan Kamil Hilang, Ini Kenapa Sungai Aare Berbahaya

Jumat, 27 Mei 2022 | 10:30 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB
Sungai Aare di Bern, Swiss.

Bern, Swiss, Beritasatu.com - Anak sulung Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz, dilaporkan hilang di Bern, Swiss. Emmeril dinyatakan hilang setelah berenang di sungai Aare pada Kamis (26/5/2022).

Berenang di sungai dan danau adalah hiburan musim panas yang populer di negara ini. Ribuan pekerja kantoran di Jenewa, Basel, Bern, Zurich dan di tempat lain menghabiskan istirahat makan siang mereka di pemandian sungai atau danau dan kembali untuk berenang dingin setelah bekerja. Namun, aktivitas ini bisa menjadi sangat berbahaya, terutama bagi warga asing yang belum pernah berenang di sini sebelumnya.

Korban tenggelam di danau dan sungai Swiss musim panas tahun lalu lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Swiss Life Saving Society mengatakan kurangnya penjaga pantai yang terlatih dan musim hujan menjadi penyebab sungai-sungai di Swiss lebih berbahaya.

Dikutip dari Swissiinfo.ch, sejak Januari-Agustus 2021, sebanyak 44 orang meninggal akibat kecelakaan saat berenang. Meski masih pertengahan tahun, tetapi jumlah itu sama dengan total korban tenggelam sepanjang tahun sebelumnya. Adapun perincian korban adalah 23 meninggal di sungai, dan 12 di danau. Sisanya meninggal di kolam renang.

SLSS memperingatkan bahwa banyak kecelakaan terjadi karena perenang mengabaikan rekomendasi keselamatan. Namun cuaca hujan di bulan Juli juga berperan. Pada saat cuaca akhirnya menjadi panas di akhir Juli, sungai-sungai di Swiss penuh, deras dan berbahaya.

SLSS mengatakan perenang juga terancam oleh kurangnya penjaga pantai atau sungai. Direktur SLSS, Daniel Frei, mengatakan kepada Swissinfo tahun lalu bahwa banyak pemerintah daerah "kehabisan dana atau kesulitan menemukan penjaga pantai yang profesional dan terlatih. Banyak pemandian umum telah mengurangi jumlah penjaga pantai yang dipekerjakan," katanya.

"Tidak mungkin untuk berpatroli di semua danau dan sungai di Swiss," kata Herbert Benz, kepala unit polisi sungai Basel kepada Swissinfo, Agustus lalu.

Swiss Lifeguard Association (SLRG) juga sudah mengeluarkan flyer dalam 10 bahasa dan peraturan mengenai berenang di sungai-sungai dan danau, pada khususnya untuk warga asing.

Menanggapi jumlah kecelakaan yang terjadi di perairan dan melibatkan warga negara asing, SLRG mengintensifkan pekerjaan pencegahan di daerah tertentu. Di sinilah kerja sama antara Kota Bern dan SLRG berperan. Sejak 2016 apa yang disebut 'pendukung lido' telah beredar di beberapa kolam renang kota dan lido. Tugas mereka adalah menjembatani hambatan bahasa dan menarik perhatian rekan-rekan senegaranya kepada adat istiadat setempat dan perilaku yang terkait dengan keselamatan di tepi air.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI