Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Heli AW-101, KPK Fokus Pulihkan Kerugian Negara Rp 224 M

Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:59 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Helikopter Agusta Westland (AW) 101 terparkir dengan dipasangi garis polisi di Hanggar Skadron Teknik 021 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 9 Februari 2017.

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya memulihkan kerugian negara sebesar Rp 224 miliar akibat kasus dugaan korupsi dalam pengadaan helikopter AgustaWestland 101 atau heli AW-101 di TNI AU. Hal ini salah satunya dilakukan KPK dengan memblokir rekening bank PT Diratama Jaya Mandiri sebesar Rp 139,4 miliar.

KPK menjelaskan, pemblokiran terhadap rekening tersebut dilakukan karena diduga berkaitan dengan perkara korupsi pengadaan helikopter AW-101. Dalam kasus ini, diketahui KPK telah menahan bos PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh.

“KPK berharap pemblokiran rekening ini menjadi langkah awal, untuk mengoptimalkan pemulihan kerugian keuangan negara yang timbul dari dugaan tindak pidana ini,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (27/5/2022).

Ali juga menegaskan, pemblokiran tersebut merupakan langkah sigap KPK menyita uang tersangka, sehingga dapat dirampas demi pemulihan kerugian keuangan negara, sesuai putusan pengadilan nantinya.

Disampaikan Ali, tim penyidik masih terus mengumpulkan berbagai alat bukti untuk merampungkan penyidikan kasus yang telah berjalan selama sekitar lima tahun tersebut. Ali mengingatkan para pihak yang memiliki kaitan dengan perkara tersebut untuk bersikap kooperatif, sehingga penanganan kasus dapat segera dituntaskan sesuai kaidah hukum secara efektif dan efisien.

“KPK juga mengajak masyarakat untuk terus mengikuti dan mengawasi perkembangan proses penegakkan hukum pada dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter ini,” tutur Ali.

Diberitakan, KPK menahan bos PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan heli AW-101 di TNI AU tahun 2016-2017. Irfan diketahui telah menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi heli AW-101 sejak 2017 atau lima tahun lalu.

Dalam kasus ini, Irfan diduga menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 224 miliar dari nilai kontrak pengadaan helikopter AW-101 sebesar Rp 738,9 miliar.

Atas perbuatannya, Irfan Kurnia Saleh disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI