SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pemerintah Targetkan 600.000 Ha Mangrove Direhabilitasi hingga 2024

Jumat, 10 Juni 2022 | 15:11 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / JEM
Kawasan konservasi alam mangrove di Jakarta.

Bogor, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pemerintah terus melakukan langkah-langkah konkret untuk merehabilitasi hutan mangrove (bakau) di berbagai daerah di Tanah Air dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim.

Pada tahun 2024, pemerintah menargetkan sebanyak 600.000 hektare (ha) lahan bakau yang telah direhabilitasi, demikian juga lahan gambut.

Advertisement

“Ada di Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kalimantan Timur, dan juga di Provinsi Bali. Artinya juga dimulai dari persemaian pembibitan seperti ini, sehingga jelas dan konkret ke arah mana perbaikan-perbaikan itu kita lakukan,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan Persemaian Rumpin, Peluncuran Rehabilitasi Mangrove, dan World Mangrove Center di Persemaian Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat (10/6/2022).

Presiden Jokowi mengungkapkan, pemerintah terus berupaya untuk merehabilitasi dan membangun pusat mangrove dunia di beberapa provinsi sebagai salah satu komitmen Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.

Ia menuturkan bahwa hutan bakau dapat memberikan banyak manfaat untuk lingkungan. Presiden menyebut, langkah-langkah rehabilitasi hutan bakau merupakan salah satu bentuk konkret upaya yang dilakukan pemerintah.

"Dimulai dari persemaian, dari pembibitan seperti ini, sehingga jelas dan konkret ke mana perbaikan-perbaikan itu kita lakukan. Karena kita tahu hutan mangrove bisa mereduksi, menyerap karbon 4 kali lipat dibandingkan hutan biasa, hutan hujan tropis biasa," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa sampai dengan tahun 2022, pemerintah telah merehabilitasi lahan bakau sekitar 140.000 hektare.

"Jadi target keseluruhan perintah Bapak Presiden 600.000 hektare. Selama 2019 sampai dengan 2022 ini kita sudah tanam dan rehab kira-kira 140.000 hektare. Jadi sudah lumayan hampir nanti bisa jadi 300.000 hektare dari target 600.000 hektare," kata Siti.

Lebih lanjut, Siti mengungkapkan bahwa upaya pemerintah Indonesia dalam merehabilitasi hutan bakau secara masif ini mendapat dukungan kerja sama dari berbagai pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri.

"Jepang sudah mengawali juga di tahun 90-an dan akan di-upgrade yang di Bali. Kalau yang Jerman ini di Balikpapan, dan di Sumatera Utara juga di beberapa provinsi di Indonesia," kata dia.

Selain itu, lanjutnya, juga ada kerja sama dukungan dari USAID Amerika Serikat.

“Oleh karena itu, kelihatan betul bahwa memang Indonesia pencetus resolusi di UNEA, di Environment Convention UNEA yang ke-4 tahun lalu, sekarang sudah ke-5. Itu kita menginisiasi untuk konvensi penanganan mangrove dan sejak itu banyak sekali yang ingin bekerja sama," kata Siti.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI