SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bertemu Mendagri, Gubernur Lukas Enembe Dukung Pemekaran

Jumat, 17 Juni 2022 | 20:30 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO
Gubernur Papua Lukas Enembe saat bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian di Jakarta, Jumat, 17 Juni 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Papua, Lukas Enembe menegaskan dukungannya terhadap kebijakan otonomi khusus (otsus) dan pemekaran atau pembentukan daerah otonomi baru (DOB).

Penegasan sikap itu disampaikan Lukas Enembe saat bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Advertisement

Pertemuan antara Tito Karnavian dan Gubernur Papua berlangsung hangat dan diawali dengan sapaan Mendagri tentang kesehatan Lukas Enembe.

Lukas Enembe, yang didampingi sejumlah pejabat Pemprov Papua, di antaranya Sekda Ridwan Rumasukun, menyampaikan rasa gembira karena dapat bertemu langsung dengan Mendagri.

Menurutnya, pertemuan itu merupakan niat yang sudah lama direncanakan tetapi terhalang oleh kesibukan.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan pandangan seputar kebijakan terbaru pemerintah tentang pemekaran Papua dengan rencana membentuk tiga DOB, yaitu provinsi Papua Tengah, Pegunungan Tengah, dan Papua Selatan.

Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang tiga DOB itu saat ini sedang berproses di DPR.

Mendagri menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian yang sangat serius terhadap pembangunan dan kemajuan Papua.

Hal itu, ujar Tito, terlihat dari dari seringnya Presiden Jokowi mengunjungi Papua hingga ke pelosok, yakni sampai 14 kali.

Kepada Lukas Enembe, Tito mengatakan, pemekaran dan UU Otsus yang baru dirancang untuk mempercepat pembangunan Papua dan meningkatkan kesejahteraan warga Papua.

"Kondisi geografis Papua sangat sulit. Bayangkan, dari Boven Digul, misalnya, seorang ASN harus menempuh 8 jam perjalanan untuk sampai ke Merauke. Juga dari daerah Pegunungan Tengah, sangat sulit untuk mengakses ke ibu kota provinsi, Jayapura. Pemekaran diharapkan dapat meretas hambatan tersebut dan membuat pelayanan publik oleh pemerintah lebih cepat. Buktinya, Papua Barat berkembang seperti sekarang karena pemekaran," ujar Tito.

Mendagri kemudian bertanya langsung kepada Lukas Enembe tentang sikapnya terhadap pemekaran Papua. Soalnya, sempat diberitakan bahwa Lukas Enembe menyatakan penolakan.

"Siap Bapak Menteri, kami mendukung," jawab Lukas Enembe dengan cepat.

Mendengar jawaban itu, Mendagri menjabat tangan Lukas Enembe dengan erat seraya menepuk punggungnya.

"Saya dukung pemekaran untuk tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua," kata Lukas Enembe kepada wartawan seusai pertemuan itu.

Lukas Enembe juga mengatakan, dia sempat mengusulkan kepada Mendagri agar skenario pemekaran Papua menempuh pembagian berdasarkan wilayah adat menjadi tujuh provinsi.

Mendagri memberikan jawaban dengan mengatakan bahwa usul itu akan diakomodasi mengikuti kondisi dan kemampuan keuangan negara.

Untuk saat ini, kata Mendagri, pemekaran tiga provinsi baru di Papua menjadi prioritas yang sedang dibahas di DPR.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu diwarnai oleh percakapan yang bersahabat antara Gubernur Papua dan mantan Kapolri itu.

Berbeda dengan kesan selama ini dalam pemberitaan media yang menggambarkan Lukas Enembe menolak keras pemekaran, pada pertemuan ini yang terlihat adalah pembicaraan positif saling mendukung antara Tito dan Gubernur Papua.

Lukas Enembe menyebut hubungannya dengan Mendagri Tito, yang pernah menjabat Kapolda Papua, selayaknya relasi antara kakak dan adik.

Pada akhir pertemuan, Lukas Enembe menyampaikan permohonan izin kepada Mendagri untuk menjalani pengobatan di luar negeri.

Mendagri, yang pada pertemuan didampingi oleh Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro dan Dirjen Polpum Kemendagri, Bahtiar, mengatakan, langsung mengabulkan permohonan itu. Surat izin telah disiapkan oleh Sekjen Kemendagri sesuai dengan ketentuan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI