SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

19.409 Balita di Kabupaten Bogor Mengalami Stunting

Selasa, 21 Juni 2022 | 19:42 WIB
Oleh : Vento Saudale / BW
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan dalam kegiatan Rembuk Stunting di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Selasa 21 Juni 2022.

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Bogor melaporkan, dari 354.759 anak di bawah lima tahun (balita), 19.409 di antaranya mengalami stunting.

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengungkapkan, Pemkab Bogor berkomitmen memperbaiki permasalahan gizi bagi anak di Kabupaten Bogor.

Advertisement

"Kita ketahui, gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia," kata Iwan Setiawan dalam kegiatan Rembuk Stunting di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Selasa (21/6/2022).

Dari 354.759 balita yang telah ditimbang, balita berstatus sangat kurus tercatat 3.391 anak, kemudian balita kurus 16.018 anak, balita normal 315.253 anak, dan balita gemuk 20.097 anak.

Kata Iwan, pemerintah berkomitmen untuk melakukan percepatan perbaikan gizi dengan ditetapkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2013.

"Perpres itu mengenai terintegrasinya pelayanan kesehatan, terutama kesehatan ibu, anak dan pengendalian penyakit dengan pendekatan berbagai program dan kegiatan di lintas sektor," jelas Iwan.

Menurutnya, gizi buruk dapat menimbulkan masalah stunting kronis sejak bayi dalam masa kandungan, hingga berdampak pada gagal tumbuh dan perkembangan bayi, terutama dalam tingkat kecerdasan.

Dia juga menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor, telah menetapkan target zero stunting pada 2023.

"Berdasarkan hasil pemantauan status gizi balita melalui bulan penimbangan balita (BPB) 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Bogor itu 9,89%, lebih rendah 2,8% dibanding 2021 sebesar 12,96 persen," kata Iwan.

Pemkab Bogor pun telah ikut serta dalam inovasi pendanaan pembangunan melalui bantuan keuangan kompetitif dari Pemprov Jawa Barat. Diharapkan, ini dapat mewujudkan percepatan Bogor bebas stunting.

Menurutnya, ada tiga kegiatan utama yang diusulkan Pemkab Bogor, yakni pemeriksaan anemia pada remaja putri dan ibu hamil serta pengadaan alat ukur antropometri kit, pemberdayaan masyarakat miskin berbasis komunitas menuju mandiri, serta pengembangan SPAM regional antardesa dan pembangunan tangki septik individual.

"Tiga usulan tersebut merupakan upaya penanganan stunting terintegrasi untuk mendukung penanganan kemiskinan dan masalah kesejahteraan sosial, sehingga menurunkan angka stunting di Kabupaten Bogor," tegas Iwan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI