SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bareskrim Akan Tangkap Kembali 2 Tersangka Indosurya

Selasa, 28 Juni 2022 | 21:26 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / WM
Konferensi pers perkembangan penanganan perkara Indosurya, Senin 28 Juni 2022

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim akan menangkap kembali dua tersangka kasus penipuan investasi dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya yaitu Henry Surya dan June Indri berdasarkan dua laporan polisi yang kini telah naik ke penyidikan.

Advertisement

Diketahui, keduanya telah dibebaskan sebab masa penahanannya di Polri telah habis selama 120 hari. Sedangkan, berkas perkaranya belum dikembalikan dari jaksa ke polisi.

Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, penyidik sebelumnya memiliki hambatan untuk memenuhi petunjuk jaksa penuntut umum (JPU) dalam melengkapi berkas perkara. Oleh karena itu, pihaknya akan memecah semua laporan polisi yang telah dijadikan satu.

“Kita melakukan upaya paksa lagi kepada para tersangka, melakukan penahanan, nanti kalau tidak P21 lagi kami akan tangkap lagi, tahan lagi dengan LP yang lain,” kata Agus saat jumpa pers, di Bareskrim Polri, Selasa (28/6/2022).

Dalam kasus ini, penyidik telah menggabungkan 25 laporan yang terdiri dari lima laporan di Bareskrim, 15 di Polda Metro Jaya, dua di Polda Sumsel dan tiga di Polda Sumut dengan total kerugian dalam laporan polisi sebesar Rp 679 miliar.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membebaskan dari tahanan dua tersangka kasus penipuan investasi dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, HS dan JI.

"Masa penahanan di Polri habis selama 120 hari, berkas perkaranya belum dikembalikan dari jaksa ke Polri, maka penyidik harus mengeluarkan tersangka yang ditahan demi hukum," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (26/6/2022).

Whisnu menyebutkan, perkara tetap berjalan meskipun para tersangka tidak ditahan. Dibebaskannya kedua tersangka dari penahanan sesuai dengan KUHAP.

"Setiap orang (tersangka) maksimal ditahan selama 120 hari. Maksimal sesuai UU KUHAP, tidak boleh lebih, bisa melanggar HAM," kata Whisnu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI