SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Sopir Angkot Tewaskan Empat Penumpang Divonis 13 Tahun

Rabu, 29 Juni 2022 | 07:22 WIB
Oleh : BW
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan diketuai Sapril Batubara (tengah) membacakan vonis terdakwa Karto Manalu, Selasa 28 Juni 2022.

Medan, Beritasatu.com - Karto Manalu (40) sopir angkot Wampu Mini trayek 123 yang terlibat kecelakaan maut ditabrak kereta api (KA) karena menerobos palang perlintasan kereta api di Jalan Sekip Medan dan menewaskan empat penumpangnya divonis 13 tahun di Pengadilan Negeri Medan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan diketuai Sapril Batubara dalam vonis yang dibacakan, Selasa (28/6/2022), menyebutkan, selain hukuman badan, surat izin mengemudi (SIM) atas nama terdakwa Karto Manalu juga dicabut.

Advertisement

Menurut hakim, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 311 ayat 4 dan 5 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2006 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Pasal 127 ayat 1 huruf A UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa Karto Manalu mengakibatkan kematian dan belum ada perdamaian dengan para korbannya.

Sedangkan, hal-hal yang meringankan terdakwa terus terang dan mengakui perbuatannya.

Hakim menyebutkan, peristiwa tabrakan tersebut terjadi Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu, terdakwa Karto, warga Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang mengemudikan angkot Wampu Mini trayek 123.

Terdakwa berangkat dari pangkalan Wampu Mini 123 di Jalan Bunga Ncole dengan tujuan pangkalan Wampu Mini 123 di Jalan Kayu Putih, simpang Mabar.

''Namun di Jalan Barakuda simpang Tol Tanjung Morawa, terdakwa melihat teman-temannya di warung tuak. Karto singgah di warung tuak tersebut lalu meminta tuak setengah botol air mineral ukuran kecil. Setelah itu, terdakwa mengemudikan angkotnya mencari sewa sambil meminum tuak," kata hakim.

Majelis Hakim mengatakan, saat melintas di Jalan Sekip, tepatnya dari arah Jalan Gereja, terdakwa melihat banyak kendaraan berhenti karena ada kereta api hendak melintas.

Meski melihat palang perlintasan kereta api sudah turun, terdakwa nekat memaksakan angkotnya melewati kendaraan yang sudah berhenti tersebut dan berusaha menerobos palang perlintasan.

Nahas, tiba-tiba kereta api dari arah Binjai muncul dan langsung menabrak bagian kiri angkot.

"Akibat aksi ugalan-ugalan terdakwa, empat penumpang meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya luka-luka," kata Majelis Hakim PN Medan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI