SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Apakah Isi Pertalite Pakai MyPertamina di SPBU Berbahaya?

Rabu, 29 Juni 2022 | 11:07 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB
Ilustrasi penggunaan aplikasi MyPertamina di SPBU.

Jakarta, Beritasatu.com - Mulai 1 Juli 2022 nanti, Pertamina Patra Niaga akan melakukan uji coba pembelian Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina yang dapat diakses melalui komputer atau ponsel.

Masyarakat yang merasa berhak menggunakan pertalite dan solar dapat mendaftarkan datanya melalui laman MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022, kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar.

Advertisement

Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang kemudian dipindai untuk menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli pertalite dan solar.

Namun, bukankah selama ini penggunaan ponsel di SPBU dilarang?

Menurut Snopes.com, peringatan tentang bahaya menggunakan ponsel di dekat uap bensin mulai beredar di Internet pada tahun 1999. Mengutip laporan yang dirilis Shell Chemicals, asal mula larangan ponsel di SPBU berawal di Indonesia. Pada tahun 1999, seorang pengemudi di Indonesia mengalami luka bakar dan mobilnya rusak parah saat uap bensin meledak setelah tersulut listrik statis dari ponsel yang digunakannya.

Rupanya, pengemudi telah berbicara di telepon seluler saat petugas pompa bensin mengisi mobilnya dengan bensin. Ketika pengemudi membungkuk di dekat tangki bensin untuk memeriksa apakah sudah penuh, uapnya meledak. Saat ini, semua SPBU di seluruh dunia melarang penggunaan ponsel di SPBU.

Petugas melayani pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU 74.931.04 Tapak Kuda, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (12/4/2022).

Menurut Komisi Komunikasi Federal AS atau the Federal Communications Commission (FCC), tidak ada bukti bahwa laporan ini benar. Meskipun secara teoritis mungkin untuk percikan dari baterai ponsel untuk menyalakan uap gas dan menyebabkan kebakaran, tetapi FCC menyimpulkan potensi ancaman itu kecil sekali.

Menurut scienceabc.com, tidak ada hubungan yang terdokumentasi antara ledakan di pompa bensin dan penggunaan ponsel. Padahal, menurut penelitian yang dilakukan di SPBU di seluruh dunia antara tahun 1994 dan 2005, dalam semua kasus kebakaran SPBU, tidak ada yang berhubungan dengan ponsel. Ponsel memiliki baterai bertegangan rendah yang tidak cukup 'kuat' untuk menyalakan percikan di pompa bensin. Penyebab kebakaran (terkait dengan ponsel) kemungkinan karena baterai yang rusak di ponsel.

Lalu kenapa larangan ponsel tersebut masih ada hingga sekarang? Lebih baik berjaga-jaga daripada menyesal. Selain itu, aktivitas mengisi bensin mungkin hal yang sepele tetapi membutuhkan konsentrasi. Jika Anda mengisi bensin sambil main ponsel, maka konsentrasi Anda akan terpecah dan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Lalu bagaimana cara mengisi Pertalite menggunakan ponsel yang aman di SPBU?

Terkait penggunaan handphone yang dilarang di SPBU, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan penggunaan aplikasi MyPertamina memungkinkan untuk dilakukan pada jarak aman yang ditentukan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI