SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus E-KTP, Gamawan Fauzi Klaim Tak Pernah Bertemu Paulus Tanos

Rabu, 29 Juni 2022 | 16:13 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Gamawan Fauzi

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi rampung diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Usai diperiksa, Gamawan mengaku tidak pernah bertemu dengan Dirut PT Shandipala Arthaputra, Paulus Tannos yang menjadi buronan dalam kasus tersebut.

Advertisement

"Enggak. Mana saya tahu Tannos di mana. Dulu saja enggak pernah ketemu," kata Gamawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Dalam pemeriksaan kali ini, Gamawan mengaku dikonfirmasi soal komunikasinya dengan mantan anggota DPR Miryam S Haryani yang juga tersangka dalam kasus tersebut.

Gamawan juga menegaskan sebelum pelaksanaan tender proyek e-KTP, dirinya tidak pernah bertemu dengan Paulus Tanos.

"Enggak. Ditanya pernah ketemu enggak. Sejak sebelum tender pun sampai sekarang enggak pernah ketemu saya," ungkap Gamawan.

Sebagai informasi, KPK menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi proyek e-KTP pada Agustus 2019. Keempat tersangka itu, yakni mantan anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) sekaligus Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya; Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP Husni Fahmi; dan Dirut PT Shandipala Arthaputra Paulus Tanos.

Penetapan keempat tersangka merupakan pengembangan dari perkara yang sama yang telah menjerat tujuh orang yang telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi atas proyek senilai Rp 5,9 triliun dengan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 2,3 triliun.

Isnu Edhi dan Husni Fahmi kini tengah menjalani persidangan atas kasus tersebut. Keduanya didakwa turut serta melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP. Keduanya didakwa mengatur dan mengarahkan proses pengadaan e-KTP.

Sementara itu, KPK mengalami kesulitan dalam mengusut kasus korupsi e-KTP lantaran Paulus Tannos berada di luar negeri. Paulus dikabarkan berada di Singapura. Untuk itu, KPK masih mencari keberadaan yang bersangkutan melalui berkoordinasi dengan lembaga antikorupsi Singapura atau Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB).

Peluang untuk menangkap Paulus Tanos menjadi terbuka pascapenetapan perjanjian ekstradisi antara pemerintah Indonesia dan Singapura.

“Bagaimana kemudian tersangka (Paulus Tanos) bisa dilakukan pemeriksaan ataupun saksi-saksi yang tidak berada di Indonesia juga nanti bisa dikoordinasikan lebih lanjut,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (25/1/2022).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI