SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Harganas 2022, Ganjar Tekankan soal Pencegahan Stunting

Rabu, 29 Juni 2022 | 16:14 WIB
Oleh : Rachman Pratama / JEM
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berkomunikasi dengan anak-anak yang hadir dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022 di Desa Watukumpul, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jateng, Rabu, 29 Juni 2022.

Temanggung, Beritasatu.com - Dalam momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menekankan tentang pentingnya gerakan mencegah stunting untuk dilakukan secara bersama dan bergotong royong. Dengan kerja bersama secara bergotong royong, kata Ganjar, diharapkan dapat mengejar target penurunan stunting sekaligus menyiapkan generasi untuk 2045.

Advertisement

"Hari ini kita memperingati Hari Keluarga Nasional dengan tema dari BKKBN bagaimana kita menurunkan stunting. Alhamdulillah kemarin kita bisa turun sampai angka 20 persenan. Ini akan kita gerakkan dan hari ini kita pusatkan di Temanggung," kata Ganjar seusai memberikan arahan dalam peringatan Harganas 2022 di Desa Watukumpul, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jateng, Rabu (29/6/2022).

Ganjar menjelaskan, dalam kegiatan Harganas itu, ia juga melepas rombongan motor Touring Sehati (Turun Aksi Atasi Stunting Sehat dan Bergizi). Touring Sehati ini terdiri dari para petugas yang turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan untuk mengejar target penurunan stunting.

"Tadi ditindaklanjuti dengan target yang diserbu oleh tim. Mereka memberikan makanan bergizi, sekitar 160-an yang kita kirimkan kepada mereka," ungkapnya.

Keseriusan mencegah stunting, lanjut Ganjar, juga harus diikuti oleh seluruh kekuatan untuk membantu program ini. Seperti PKK, Posyandu, hingga pihak swasta diharapkan dapat ikut membantu dalam upaya mengejar target penurunan stunting.

"Ini sesuatu yang serius. Kami meminta semua ikut membantu, termasuk nanti Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga akan kami mintakan bantuan," katanya.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga meminta masyarakat agar menanam tanaman pangan pendamping berupa padi. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat memiliki alternatif pangan yang cukup di tengah perubahan dunia yang cepat.

"Saya juga titip agar warga didorong untuk menanam tanaman pangan pendamping padi. Agar kemudian mereka punya alternatif pangan yang cukup karena sekarang dunia sedang berubah, dunia sedang bergerak. Problem pangan menjadi isu internasional. Kalaulah kita tidak bisa memenuhi maka generasi kita ke depan akan sangat berbahaya," ungkapnya.

Gerakan mencegah stunting dan menanam tanaman pangan pendamping itu dapat dilakukan bersamaan. Pangan menjadi salah satu faktor untuk mencegah stunting, khususnya pemenuhan gizi.

"Maka ini kita gerakkan dengan pangan dengan pencegahan stunting, kampanye jangan menikah anak (Jo Kawin Bocah), terus jangan menikah dini. Sebelum menikah periksa dulu, kandungannya dicek kalau sudah hamil. Mudah-mudahan stunting bisa kita atasi," katanya.

Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Tengah, Widwiono, mengatakan penurunan stunting di Jawa Tengah mengalami tren yang bagus. Selama dua tahun terakhir penurunan stunting di Jawa Tengah mencapai sekitar 24% sementara tingkat nasional sebesar 27,6%.

"Tahun ini sekitar 20,9% untuk Jateng. Kami terjunkan 27.931 tim yang akan bergerak bersama untuk mempercepat penurunan stunting. Kita di Jateng bisa merealisasikan dalam waktu dua tahun. Artinya tahun 2023 stunting bisa turun lebih cepat dari target nasional," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI