SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Penganiayaan Remaja di Bogor Diselesaikan di Luar Pengadilan

Rabu, 29 Juni 2022 | 17:15 WIB
Oleh : Vento Saudale / WBP
Kapolresta Bogor Kombes Susatyo Purnomo Condro memberikan keterangan terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja putri, di Mapolresta Bogor, Rabu, 29 Juni 2022.

Bogor, Beritasatu.com - Polresta Bogor memberlakukan diversi (mediasi) untuk mencapai keadilan restoratif dalam kasus penganiayaan melibatkan enam remaja di Taman Sempur, Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro dalam keteranganya menuturkan, mengingat dalam kasus penganiyaan remaja dengan dakwaan di bawah 7 tahun, polisi mengedepankan mediasi antara korban FC (14) dengan lima pelaku berinisial SL (17), JR (12), DS (14), CC (14) dan PT (14).

Advertisement

"Sehingga kita berharap anak-anak ini masih bisa dilakukan pembinaan, masih bisa dilakukan pendidikan kepada mereka untuk tidak melakukan hal-hal seperti ini (penganiayaan)," kata Susatyo di Mapolresta Bogor, Rabu (29/6/2022).

Dia mengatakan diversi adalah pengalihan proses di luar pengadilan pada sistem penyelesaian perkara anak dengan mengedepankan mediasi atau dialog atau musyawarah sebagai bagian yang tidak terpisahkan untuk mencapai keadilan restoratif.

"Tentunya dalam Undang Undang Perlindungan Anak bahwa kepentingan anak itu adalah yang paling utama, sehingga kami berharap ke depan tidak terjadi lagi hal seperti ini dan menjadi pembelajaran bagi semuanya bahwa pengawasan dan pendidikan keluarga itu menjadi sangat penting," jelasnya.

Sejauh ini, Polresta telah memeriksa empat orang saksi, termasuk NT yang melakukan perekaman video tindakan penganiyaan, mengunggah sehingga menjadi viral di media sosial. Selain itu, polisi juga menyita telepon selular, juga pakaian yang digunakan para pelaku sebagai barang bukti.

Susatyo mengatakan korban dan pelaku berteman dalam satu kelompok. Hanya saja terjadi perselisihan antara FC dan SL serta JR. "Motifnya perselisihan antarteman, karena salah satu tidak terima maka terjadilah penganiyaan," katanya.

Baik korban dan pelaku saat ini dalam pengawasan kepolisian. Mereka tidak ditahan dan bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor dilakukan pembinaan dan memulihkan emosi, baik korban dan pelaku. "Kami lakukan termasuk konseling secara psikologi, bagi para pelaku termasuk juga pada korban sebagai trauma healing," tambah Susatyo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI