SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Wali Kota Yogyakarta

Rabu, 29 Juni 2022 | 17:16 WIB
Oleh : Fana F Suparman/Muhammad Aulia / FFS
Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti (tengah) berjalan keluar dengan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat 3 Juni 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan Vice President Real Estate Summarecon Agung, Oon Nusihono. Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan IMB Apartemen Royal Kedhaton.

Selain Haryadi Suyuti dan Oon Nusihono, KPK juga memperpanjang masa penahanan dua tersangka lainnya kasus ini, yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana dan sekretaris pribadi Haryadi, Triyanto Budi Yuwono.

Advertisement

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, masa penahanan keempat tersangka diperpanjang selama 40 hari ke depan. Dengan demikian, keempat tersangka bakal mendekam di sel tahanan masing-masing setidaknya hingga 1 Agustus 2022.

"Untuk kebutuhan melengkapi alat bukti maka tim penyidik KPK telah memperpanjang masa penahahan tersangka HS (Haryadi Suyuti) dan kawan-kawan untuk waktu selama 40 hari ke depan. Penahanan rutan dilakukan sampai nanti tanggal 1 Agustus 2022," kata Ali dalam keterangannya, Rabu (29/6/2022).

Haryadi diketahui ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih, sementara Oon Nusihono ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1. Sedangkan Nurwidhihartana ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat dan Triyanto Budi Yuwono ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

Diberitakan, KPK menetapkan Haryadi Suyuti sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan IMB Apartemen Royal Kedhaton. Selain Haryadi, KPK juga menjerat Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana dan sekretaris pribadi Haryadi, Triyanto Budi Yuwono, serta Vice President Real Estate Summarecon Agung, Oon Nusihono.

Dalam kasus ini, Haryadi melalui Triyanto dan Nurwidhihartana diduga menerima suap US$ 27.258 dari Oon untuk memuluskan IMB apartemen Royal Kedhaton yang digarap anak usaha Summarecon Agung, PT Java Orient Property.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI