SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Muzani: Misi Perdamaian Jokowi Sejalan Amanat Konstitusi

Rabu, 29 Juni 2022 | 21:49 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Presiden Joko Widodo (Jokowi) disambut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di Istana Maryinsky, Kota Kyiv, Ukraina, Rabu, 29 Juni 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia. Kunjungan tersebut dinilai sejalan dengan amanat UUD 1945. Konstitusi secara terang benderang menyatakan Indonesia bertanggung jawab untuk turut serta dalam upaya menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan Presiden Jokowi dalam melakukan misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia guna mencegah perang yang berkelanjutan. Langkah ini untuk mendorong perdamian dunia sesuai amanat UUD 1945. Langkah presiden ini strategis untuk menghindari ancaman krisis pangan dan energi akibat perang tersebut,” kata Muzani dalam keterangannya, Rabu (29/6/2022).

Advertisement

Perang Ukraina-Rusia telah memicu krisis pangan dan energi yang menimbulkan peningkatan harga-harga komoditas dunia. Dampak tersebut secara langsung dirasakan oleh negara-negara di dunia. Maka penting bagi Indonesia sebagai Presidensi G-20 untuk menggunakan pengaruhnya guna meredam perang Ukraina-Rusia.

“Sebagai Presidensi G-20, keputusan Presiden Jokowi melaksanakan misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia merupakan langkah penting dan strategis untuk meredam perang yang berkepanjangan. Karena itu menjadi harapan bagi masyarakat dunia untuk kembali meringankan krisis pangan dan energi yang saat ini menjadi ancaman dan tantangan nyata bagi negara-negara dunia,” ujar Muzani.

“Krisis pangan dan energi ini telah menghambat distribusi bagi aktivitas ekonomi, industri, serta transportasi dunia. Itu menyebabkan berbagai komoditas mengalami kelangkaan dan kenaikan harga yang sangat signifikan. Masalah ini harus segera di atasi oleh negara-negara yang memiliki pengaruh kuat seperti Indonesia dan negara yang tergabung dalam G-7 maupun G-20,” imbuhnya.

Muzani juga berharap agar negara-negara G-7 dan G-20 ikut serta dalam upaya membuka kembali keran kerja sama ekonomi dengan Ukraina dan Rusia. Diketahui, Ukrania merupakan negara pemasok gandum nomor satu dunia. Sementara, Rusia adalah negara dengan industri pupuk terbesar yang selama ini produknya sangat diharapkan negara-negara dunia.

“Ancaman krisis pangan ekstrim semakin nyata apabila negara-negara yang tergabung dalam G-7 dan G-20 tidak membuka keran kerja sama ekonomi dengan Rusia dan Ukraina. Itu sebabnya seruan Presiden Jokowi untuk tidak embargo produk-produk unggulan Ukraina dan Rusia harus diikuti oleh negara-negara lainnya,” tutur wakil ketua MPR ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI