SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Andi Gani Harap Musyawarah Rakyat Bisa Kawal Agenda Demokrasi Jokowi

Kamis, 30 Juni 2022 | 06:47 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH
Ketua Dewan Pengarah Musra Andi Gani Nena Wea menjelaskan mengenai rencana digelarya Musyawarah Rakyat Indonesia yang akan dimulai pada 27 Agustus 2022 sampai dengan Maret 2023 di 34 provinsi di Indonesia secara bergantian.

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah Relawan Jokowi mulai memanaskan mesin politiknya jelang Pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Salah satunya dengan menggelar Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia bertajuk "Mencari Pemimpin Rakyat, Melanjutkan Agenda Kerakyatan".

Musra Indonesia akan dimulai pada 27 Agustus 2022 sampai dengan Maret 2023 di 34 provinsi di Indonesia secara bergantian.

Advertisement

Ketua Dewan Pengarah Musra Andi Gani Nena Wea mengatakan, tujuan diselenggarakannya Musra tidak hanya untuk menjaring presiden dan wakil presiden selanjutnya tapi juga menyerap aspirasi masyarakat soal sosok pemimpin di 2024 mendatang.

Andi Gani menambahkan, Musra digelar dalam rangka mencari duet pemimpin nasional dengan melibatkan rakyat seluas-luasnya.

"Presiden-wakil presiden 2024 bukan hanya urusan segelintir elit, tapi hajat hidup seluruh rakyat Indonesia," tegasnya dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Andi Gani juga menegaskan, bukan hanya mencari sosok pemimpin nasional yang ideal, gelaran Musra diharapkan bisa mengawal kelanjutan agenda demokrasi yang telah dikeluarkan Presiden Jokowi agar dilanjutkan oleh presiden berikutnya.

Ia mencontohkan kebijakan pembangunan Ibukota Negara Nusantara (IKN). Andi Gani khawatir jika pemimpin berikutnya tidak sejalan, maka kebijakan yang sudah dibuat ini tidak akan terealisasi dengan baik.

"Musra akan mendengar aspirasi dari seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya Relawan Jokowi tapi juga petani, nelayan, mahasiswa, buruh, dan lainnya," ujarnya.

Soal kehadiran Jokowi dalam Musra? Andi Gani mengakui Presiden Jokowi diundang di awal penyelenggaraan Musra.

Penanggung Jawab Musra Indonesia Budi Arie Setiadi mengatakan, Musra akan dilaksanakan secara transparan dan terbuka. Ia menjamin rakyat berpartisipasi dan dapat menyampaikan aspirasinya.

“Ini perintah Pak Joko Widodo kepada kami semua, di Magelang Pak Jokowi bilang coba serap lagi aspirasi rakyat, dengar dan gali lagi. Kita merumuskan instruksi tersebut dengan membuat Musra ini,” katanya.

Ketua Pelaksana Musra Indonesia Panel Barus menjelaskan, teknis Musra yang akan digelar di 34 provinsi.

Pertama, kata Panel, Musra Indonesia rencana akan diluncurkan di Stadion Manahan Solo Jawa Tengah (Jateng).

"Jateng yang pertama. Kotanya kita pilih Solo, baru nanti bergulir di provinsi-provinsi lain seperti di Makassar, dan Medan dan seterusnya. Sampai nanti pada akhirnya di awal Maret 2023 kita akan selesaikan putaran Musra di Jakarta," ungkapnya.

Panel menuturkan, akan ada tiga sesi dalam Musra Indonesia. Pertama, bertema agenda kebangsaan dan program prioritas harapan rakyat.

“Nanti ada panelis tentunya untuk memantik diskusi. Kita kasih waktu bicara lalu setelah panelis berbicara baru kita kasi kesempatan seluruh rakyat yang hadir untuk ikut bersuara dalam interval waktu yang nanti kita tentukan berapa banyak,” tuturnya.

Sesi kedua bertema karakteristik kepemimpinan harapan rakyat. Sesi terakhir bertema nama-nama capres dan cawapres yang menjadi dambaan rakyat.

Kemudian, di Musra nanti akan dilakukan e-voting. Hasil e-voting Musra akan ditayangkan di videotron di tiap provinsi.

“Hasil dari e-voting itu akan langsung di hari itu juga. Kita akan tampilkan di videotron, di layar lebar, apa yang menjadi kesimpulan musra provinsi tersebut. Siapa nama yang layak diusung dalam capres dan cawapres nanti,” jelasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI