SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kronologi dan Motif Penganiayaan Remaja di Taman Sempur

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:15 WIB
Oleh : Vento Saudale / BW
Kapolresta Bogor Kombes Susatyo Purnomo Condro memberikan keterangan terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja putri, di Mapolresta Bogor, Rabu, 29 Juni 2022.

Bogor, Beritasatu.com - Polresta Bogor Kota mengungkapkan kronologi dan motif penganiayaan remaja putri FC (15) oleh 5 teman di Taman Sempur, Kota Bogor.

Kasus penganiyaan terhadap remaja FC dilatarbelakangi perselisihan anggota kelompok. Korban dituduh oleh para pelaku menjadi biang perselisihan.

Advertisement

Demikian disampaikan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Bogor, Rabu (29/6/2022).

Kata dia, kronologinya bahwa sekitar tiga minggu yang lalu. Mereka, antara korban dan pelaku sebenarnya dalam satu grup beranggotakan sekitar 17 orang. Dua dari 5 pelaku yakni SL dan JR dituduh telah menjadi faktor pemicu perselisihan dengan kelompok lain.

"Padahal kedua pelaku tersebut merasa tidak melakukan dan juga menuduh korban lah yang terlibat dalam perselisihan antara kelompok," terang Susatyo.

Beberapa kali, para pelaku ingin mengklarifikasi permasalahan tersebut kepada korban. Hingga pada akhirnya, mereka bertemu dan terjadi aksi perundungan oleh para pelaku sekitar pukul 14.00 WIB di terowongan Taman Sempur Kota Bogor pada 26 Juni 2022.

"(TKP) itu adalah di trotoar yang tempatnya itu agak di bawah dari jalan memang pelaku ada tiga tempat ketika mereka melakukan perundungan terhadap korban tetapi direkam itu adalah di dekat lorong dan terowongan Kebun Raya menuju ke Sempur yang memang tidak terlihat oleh masyarakat dan umum dan terpantau oleh CCTV dan sebagainya," jelasnya.

Terkait kelompok para remaja ini, tambah Susatyo, tidak terafiliasi dengan geng motor. Hanya kumpulan bermain atau nongkrong para remaja tersebut yang beranggotakan 17 orang.

"Kelompok mereka bermain kadang jalan-jalan berputar kota dan sebagainya menggunakan kendaraan bermotor. Umumnya adalah anak-anak remaja wanita kami belum mengindikasikan terkait dengan geng motor dan sebagainya," tutupnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan lima pelaku aksi bullying atau perundungan terhadap remaja berinisial FC (15) di Kota Bogor. Kelima pelaku adalah sesama wanita yang merupakan kelompok bermain korban.

Kelima pelaku perundungan itu masing-masing berinisial SL (17), JR (12), DS (14), CC (14), dan PT (14). Para pelaku tersebut masih ada yang berstatus sekolah tetapi ada pula yang putus sekolah.

Video aksi perundungan itu sempat viral di media sosial. Pelaku menganiaya korban seperti dipukul, ditendang hingga mengalami luka memar di kepala.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI