SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

KPK Cecar Eks Mendagri Gamawan Fauzi soal Kasus E-KTP

Kamis, 30 Juni 2022 | 13:13 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FMB
Gamawan Fauzi.

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Gamawan Fauzi soal kasus e-KTP pada saat dirinya menjabat sebagai menteri dalam negeri (mendagri). Dia dicecar terkait hal tersebut saat diperiksa sebagai saksi pada Rabu (29/6/2022) untuk kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP dengan tersangka Direktur Utama PT Shandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

"Gamawan Fauzi, hadir dan dikonfirmasi oleh tim penyidik antara lain terkait dengan proses pengadaan e-KTP saat masih menjabat menteri dalam negeri," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (30/6/2022).

Advertisement

Sebelumnya diketahui, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh tim penyidik KPK, Gamawan mengaku tidak pernah bertemu dengan Paulus Tannos yang menjadi buronan dalam kasus tersebut.

"Enggak. Mana saya tahu Tannos di mana. Dulu saja enggak pernah ketemu," kata Gamawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Gamawan menjelaskan, pemeriksaan terhadap dirinya kali ini dikonfirmasi soal komunikasinya dengan mantan anggota DPR Miryam S Haryani yang turut menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa sebelum pelaksanaan tender proyek e-KTP, dirinya tidak pernah bertemu dengan Paulus Tanos.

"Enggak. Ditanya pernah ketemu enggak. Sejak sebelum tender pun sampai sekarang enggak pernah ketemu saya," ungkap Gamawan.

Sebagai informasi, KPK menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi proyek e-KTP pada Agustus 2019. Keempat tersangka itu, yakni mantan anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) sekaligus Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya; Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP Husni Fahmi; dan Dirut PT Shandipala Arthaputra Paulus Tannos.

Penetapan keempat tersangka merupakan pengembangan dari perkara yang sama yang telah menjerat tujuh orang yang telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi atas proyek senilai Rp 5,9 triliun dengan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 2,3 triliun.

Isnu Edhi dan Husni Fahmi kini tengah menjalani persidangan atas kasus tersebut. Keduanya didakwa turut serta melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP. Keduanya didakwa mengatur dan mengarahkan proses pengadaan e-KTP.

Sementara itu, KPK mengalami kesulitan dalam mengusut kasus korupsi e-KTP lantaran Paulus Tanos berada di luar negeri. Paulus dikabarkan berada di Singapura. Untuk itu, KPK masih mencari keberadaan yang bersangkutan melalui berkoordinasi dengan lembaga antikorupsi Singapura atau Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB).

Peluang untuk menangkap Paulus Tanos menjadi terbuka pascapenetapan perjanjian ekstradisi antara pemerintah RI dan Singapura.

“Bagaimana kemudian tersangka (Paulus Tannos) bisa dilakukan pemeriksaan ataupun saksi-saksi yang tidak berada di Indonesia juga nanti bisa dikoordinasikan lebih lanjut,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (25/1/2022).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI