SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Sahroni Dukung Restorative Justice untuk Pengguna Narkoba

Kamis, 30 Juni 2022 | 18:30 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Komisi III DPR mengadakan kunjungan reses ke Polda Metro Jaya. Kunjungan dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni (kanan).

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung pendekatan restorative justice untuk pengguna narkoba. Menurut Sahroni, langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut akan sangat membantu angka kelebihan kapasitas pada lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia.

“Saya mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung yang turut akan menempuh jalan tidak memenjarakan para pengguna narkoba melainkan melalui pendekatan keadilan restoratif yang nanti hasilnya adalah para pengguna ini direhabilitasi,” kata Sahroni dalam keterangannya, Kamis (30/6/2022).

Advertisement

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan pada masa depan, penanganan perkara pelaku tindak pidana pengguna narkoba, tidak lagi dikenakan hukuman penjara. Sebagai gantinya, akan ada upaya rehabilitasi dengan pendekatan keadilan restoratif. Sebab, pengguna narkoba adalah korban yang perlu disembuhkan. Kejagung sudah menerbitkan pedoman yang mengatur tentang penanganan perkara tindak pidana narkoba, salah satunya melalui rehabilitasi.

“Sejatinya para pengguna ini adalah korban-korban yang harus kita bantu untuk disembuhkan. Kemudian, ini juga akan sangat membantu menekan tingginya kelebihan kapasitas lapas kita karena 50 persen dari keseluruhan para penghuni lapas merupakan warga binaan kasus narkotika. Jadi, saya melihatnya ini salah satu solusi yang patut kita dukung,” ujar Sahroni.

Selain itu, Sahroni juga turut meminta agar proses rehabilitasi yang dilakukan mempermudah para korban. Misalnya, diberikan biaya yang murah untuk suatu program rehabilitasi. Sahroni juga meminta kejaksaan untuk berkordinasi dengan lembaga lain dalam menyusun program rehabilitasi tersebut.

“Seperti yang kita dengar banyak yang enggan melakukan rehabilitasi, karena biaya yang cukup mahal. Mungkin ini juga bisa menjadi salah satu program antara kejaksaan bersama Polri untuk menyediakan tempat rehabilitas dengan harga yang terjangkau untuk para korban. Selain itu, saya juga meminta agar kejaksaan bekerja sama dengan lembaga lain agar programnya komprehensif dan tepat sasaran,” demikian Sahroni.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI