SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Presiden Marcos Jr Janji Buka Babak Baru Sejarah Filipina

Jumat, 1 Juli 2022 | 09:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Presiden Filipina yang baru Ferdinand Marcos Jr. (kiri) mengambil sumpah sebagai presiden Filipina sebagaimana disaksikan istrinya Louise (kanan), saat upacara peresmian di Museum Nasional di Manila pada Kamis 30 Juni 2022. 

Manila, Beritasatu.com- Ferdinand Marcos Jr berjanji untuk membuka babak baru dalam sejarah Filipina, setelah dilantik sebagai presiden pada Kamis (30/6/2022). Seperti dilaporkan Arab News, pelantikan dilakukan hampir empat dekade setelah sang ayah, Ferdinand Marcos digulingkan dalam pemberontakan rakyat.

Marcos Jr mencetak kemenangan telak dalam pemilihan presiden bulan Mei. Pria berusia 64 tahun itu memenangkan hampir 60 persen suara setelah menjanjikan persatuan, kemakmuran, dan kebahagiaan bagi 110 juta penduduk yang lelah karena polarisasi politik dan kesulitan pandemi selama bertahun-tahun.

Advertisement

Kenaikan Marcos Jr ke tampuk kekuasaan terjadi 36 tahun setelah ayahnya dicopot dari jabatannya oleh pemberontakan rakyat tak berdarah yang dikenal sebagai People Power. Diktator telah memerintah negara itu dengan tangan besi selama dua dekade, satu era yang dirusak oleh darurat militer, korupsi yang meluas dan pelanggaran hak asasi manusia.

Selama bertahun-tahun, Marcos Jr telah berusaha untuk merehabilitasi nama keluarga dengan menggambarkan pemerintahan ayahnya sebagai zaman kemakmuran. Tetapi sementara menyebutkan proyek infrastruktur yang dibangun pada saat itu, dia menjauhkan diri dari masa lalu dalam pidato pelantikannya.

“Dalam babak baru sejarah kita ini, saya mengulurkan tangan saya kepada semua orang Filipina. Saya di sini bukan untuk membicarakan masa lalu. Saya di sini untuk memberi tahu Anda tentang masa depan kita,” katanya saat upacara di tangga Museum Nasional di Manila.

Dalam pidato 25 menit itu, Marcos Jr membahas rencana transformasi ekonomi, reformasi pendidikan, peningkatan kecukupan pangan, pembangunan infrastruktur, pasokan energi, polusi, pengelolaan limbah, serta dukungan bagi jutaan pekerja Filipina di luar negeri.

“Ayo, mari kita meletakkan bahu kita pada kemudi dan memberi roda itu putaran yang lebih cepat untuk memperbaiki dan membangun kembali dan untuk mengatasi tantangan dengan cara baru untuk menyediakan apa yang dibutuhkan semua orang Filipina, untuk menjadi semua yang kita bisa,” kata presiden yang akan datang, seraya menambahkan bahwa dia mengupayakan dialog dan untuk mendengarkan dengan hormat pandangan yang bertentangan.

Pidato tematik Marcos Jr, yang mencakup semua masalah, mengejutkan karena dia memiliki sedikit pengalaman langsung di panggung politik.

“Dia mengambil semua hal, dia bahkan memiliki sesuatu untuk dikatakan tentang perubahan iklim,” kata Ramon Casiple, direktur eksekutif Institut Reformasi Politik dan Pemilihan di Manila, kepada Arab News.

Namun, Casiple menambahkan bahwa dia akan memberikan penilaian sampai Marcos Jr berbicara di depan Kongres. “Pada saat itu, dia sudah memiliki proposal konkret. Itu lebih penting bagi saya,” tambahnya.

Analis politik percaya bahwa referensi Marcos Jr ke masa depan adalah upaya untuk memetakan "jalannya sendiri," bukan hanya kelanjutan dari ayahnya.

“Saya sudah memperhatikan itu selama kampanye. Dia menghindari pembicaraan tentang darurat militer dan dia juga menghindari perdebatan. Dia tidak ingin diperlakukan sebagai anak dari ayahnya dalam hal program-programnya. Pidato pengukuhannya pada dasarnya adalah miliknya sendiri. Ada harapan," ujar kata Casiple.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI