SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tiongkok dan Rusia Ingin Bentuk G7 Tandingan

Jumat, 1 Juli 2022 | 09:33 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Dari kiiri: Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Brasil Jair Bolsonaro.

Moskwa, Beritasatu.com- Tiongkok dan Rusia ingin membentuk alternatif G7 atau G7 tandingan. Media Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung melaporkan bahwa Beijing dan Moskwa ingin memperluas BRICS dengan memasukkan empat negara lagi.

Tiongkok dan Rusia ingin BRICS, satu klub dari lima negara berkembang utama, menjadi penyeimbang bagi Kelompok Tujuh (G7) yang didominasi Barat. Untuk tujuan ini, Beijing dan Moskwa tampaknya berusaha untuk memperluas kelompok, selain Brasil, India, dan Afrika Selatan.

Advertisement

Dalam satu laporan pada hari Rabu, Frankfurter Allgemeine Zeitung mengklaim bahwa sejak dimulainya serangan Rusia terhadap Ukraina, dan pengenaan sanksi Barat, Moskwa telah berusaha untuk memperkuat dan memperluas aliansinya dengan negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Kremlin dilaporkan telah menumbuhkan harapan untuk mengubah BRICS menjadi G7 tandingan selama bertahun-tahun, setelah dikeluarkan dari G8 sebelumnya. Menurut surat kabar Jerman, Kremlin kini telah menggandakan upaya ini.

Pada Senin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengumumkan bahwa dua negara lagi, Argentina dan Iran, telah mendaftar untuk bergabung dengan kelompok tersebut. Di saluran Telegram, diplomat itu mencatat bahwa situasi ini terjadi, saat Gedung Putih sedang memikirkan apa yang harus diputuskan, dilarang, atau dirusak di dunia.

Sebelumnya, para pejabat di Teheran dan Buenos Aires mengkonfirmasi kesediaan negara mereka untuk menjadi anggota penuh.

Juga mengomentari Telegram, senator Rusia Aleksey Pushkov, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Komite Urusan Luar Negeri di Duma Negara, berpendapat pada hari Senin bahwa meskipun BRICS tidak menyatakan ini, mereka mampu menjadi alternatif dan bahkan penyeimbang ke G7 di masa depan karena menyatukan negara-negara terkemuka di dunia non-Barat.

Pushkov menggambarkan tawaran Iran dan Argentina sebagai terobosan, karena ini tidak hanya merusak upaya Barat untuk mengisolasi Rusia, tetapi juga secara signifikan memperluas organisasi ekonomi-politik dunia non-Barat.

Sementara itu, para ahli yang dikutip oleh kantor berita Rusia RIA Novosti mengklaim bahwa sepuluh negara lagi dapat bergabung dengan BRICS di masa depan, termasuk Meksiko, Turki, dan Arab Saudi.

Menurut Frankfurter Allgemeine Zeitung, anggota pendiri BRICS lainnya, Tiongkok, juga ingin melihat klub berkembang lebih jauh. Beijing dikabarkan ingin mengundang Indonesia dan Mesir ke organisasi tersebut. Sama seperti Rusia, Tiongkok menganggap BRICS yang lebih besar sebagai alternatif potensial untuk G7 yang didominasi Barat, klaim artikel tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI