SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

50% Masyarakat Terpapar BA.4 dan BA.5 Belum Booster

Jumat, 1 Juli 2022 | 10:02 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM
Ilustrasi varian Covid-19 Omicron.

Jakarta, Beritasatu.com - Berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS), masyarakat yang terpapar Covid-19 subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia, setengahnya atau 50% belum mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster Covid-19.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Mohammad Syahril saat ditanya Beritasatu.com, Kamis (30/6/2022).

Advertisement

"Rata-rata semua sudah divaksinasi baik dosis satu, dosis dua dan booster. Tetapi ada sekitar 50% yang belum booster," kata Syahril.

Namun Syahril tidak menjelaskan secara rinci berapa persen dari masyarakat yang telah menerima dosis lengkap namun masih tertular dan yang sudah booster tetapi juga masih tertular.

Menurut Syahril, sebagian besar kasus Covid-19 saat ini terjadi akibat penularan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia yang penularannya terbilang lebih cepat dari varian dan subvarian sebelumnya.

Untuk itu, Syahril meminta masyarakat untuk segera melengkapi diri dengan vaksinasi baik dosis lengkap maupun booster bagi yang belum mendapatkannya. Hal ini untuk keamanan dan keselamatan serta keberlangsungan hidup.

Kenaikan kasus Covid-19 saat ini, lanjut Syahril, dipicu oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Sampai saat ini tercatat sudah ada 739 kasus BA.4 dan BA.5 ditemukan di Indonesia, dan subvarian ini memiliki tingkat penularan yang sangat cepat.

Sementara untuk tingkat keparahan mereka, lanjut dr Syahril, tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya atau varian sebelumnya. Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat sudah memiliki imunitas yang berasal dari vaksin, baik primer maupun booster.

"Kita sudah memiliki imunitas, baik yang aktif maupun yang pasif melalui vaksinasi Covid-19. Walaupun ada kenaikan kasus, tidak terjadi keparahan orang yang kena cukup tanpa gejala dan gejala ringan dan bisa lakukan isolasi mandiri atau isolasi tersentral, bahkan yang dirawat sudah sembuh," ujarnya.

Dijelaskan vaksinasi tidak menjamin seseorang tidak akan terinfeksi varian baru, bahkan orang yang sudah booster sekalipun tetap bisa terinfeksi.

“Vaksinasi, baik itu nomor satu, nomor dua, tiga, atau empat tidak melindungi kita dari infeksi. Vaksin bukan melindungi kita dari penularan tapi melindungi dari keparahan," ucapnya.

Dikatakannya, vaksinasi bukan membuat orang menjadi kebal atau tidak dapat tertular. Namun, tingkat keparahan yang disebabkan oleh varian baru akan lebih rendah karena vaksin memiliki daya memori untuk mengenali varian Covid-19.

“Sehingga dengan mengenali akan lebih mengendalikan dan tidak akan lebih berat. Ini tujuan kita. Makanya Kemenkes akan terus meningkatkan upaya cakupan vaksinasi baik dosis primer maupun booster,” ucapnya.

Selanjutnya, pemerintah juga tengah mengkaji soal kebutuhan vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua. Hal ini merujuk pada rekomendasi Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan ITAGI.

"Ini juga sedang menjadi pertimbangan untuk kita semua terutama ada rekomendasi dari CDC Amerika dan juga dari ITAGI, yaitu penasehat pemerintah di bidang imunisasi, itu untuk juga memasukkan setelah prioritas ini, bahwasanya nanti ada booster kedua, dosis vaksin keempat," sambung dia.

Syahril menekankan pemberian vaksinasi Covid-19 booster kedua bakal diberikan dengan pertimbangan prioritas vaksin lengkap dan tiga dosis sudah mencapai target sasaran.

Saat ini, Indonesia sedang fokus menuntaskan vaksinasi Covid-19 bagi usia 18 tahun atau dewasa dimana harus melengkapi dosis 1 dan 2 serta melakukan booster.

"Saat ini prioritas kita dewasa 18 tahun yaitu vaksinasi dosis satu, dosis dua dan booster. Begitu juga vaksin untuk anak-anak umur 6-18 tahun," ungkap dr Syahril.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI