SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

PM Inggris Tidak Akan Boikot G-20, Meskipun Putin Hadir

Jumat, 1 Juli 2022 | 13:35 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Boris Johnson

London, Beritasatu.com- Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson berjanji tidak akan memboikot KTT G-20 meskipun Presiden Rusia Vladimir Putin hadir. Seperti dilaporkan Standard.co.uk, Kamis (30/6/2022), Johnson berpendapat menarik diri dari KTT G-20 justru akan memberi pemimpin Rusia itu kesempatan propaganda.

Boris Johnson telah mengindikasikan akan tetap menghadiri KTT G-20 di Bali akhir tahun ini bahkan jika Vladimir Putin hadir di acara tersebut.

Advertisement

Indonesia menjadi tuan rumah KTT pada bulan November dan presiden Rusia, sebagai anggota Kelompok 20 negara terkemuka, diundang.

PM Johnson mengatakan bahwa memboikot acara tersebut sebagai protes atas undangan yang diberikan kepada Putin akan memberikan "kesempatan propaganda" kepada pemimpin Rusia itu.

Johnson mengatakan Barat perlu menghadiri pertemuan itu untuk membantu memenangkan negara-negara yang mungkin jatuh di bawah pengaruh Rusia atau Tiongkok.

Berbicara kepada wartawan yang menemaninya dalam perjalanan ke KTT NATO di Madrid, Johnson mengatakan: “Saya akan benar-benar kagum jika Putin datang sendiri. Dia sosok paria.”

Secara terpisah, seperti dilaporkan ANI News, Kamis (30/6), Pakistan tengah membujuk sekutu dekatnya dalam kelompok dua puluh yakni Tiongkok, Turki dan Arab Saudi untuk memboikot pertemuan G-20 di Jammu dan Kashmir.

Keputusan pemerintah India untuk menjadi tuan rumah KTT G-20 yang berpengaruh di Jammu dan Kashmir telah membuat Pakistan jengkel. Negara ini telah meluncurkan serangan diplomatik dan sekarang membujuk sekutu dekatnya yakni TIongkok, Turki dan Arab Saudi untuk memboikot pertemuan tersebut.

Menurut satu laporan oleh The Express Tribune, setelah menolak langkah India, Islamabad akan menjangkau semua negara G20 dan khususnya Tiongkok, Turki dan Arab Saudi untuk menyampaikan keprihatinannya. Pakistan juga akan berbicara dengan AS, Inggris, dan anggota G-20 lainnya untuk melawan rencana India.

Pakistan merasa, bahwa 'melalui penyelenggaraan acara semacam itu di wilayah yang disengketakan, India mencoba menggambarkan keadaan normal di wilayah yang disengketakan.'

Menurut Kementerian Luar Negeri, India akan menjadi presiden G-20 mulai 1 Desember 2022, dan menyelenggarakan KTT para pemimpin G-20 pertama pada 2023. Perwakilan India di KTT G-20 dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi sejak 2014.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI