SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dokter Spesialis Paru-Paru: Tjahjo Kumolo Alami Komplikasi

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:36 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / YUD
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo.

Jakarta, Beritasatu.com - Tjahjo Kumolo mengalami infeksi yang kemudian menyebar ke paru-paru yang terjadi karena adanya komplikasi dengan penyakit lain yaitu diabetes dan kardiopulmonari. Hal itu diutarakan oleh Dokter Spesialis Pulmonologi (paru-paru), dr Alexander Ginting, Jumat (1/7/2022).

Diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Tjahjo Kumolo meninggal dunia Jumat, (1/7/2022). Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat pukul 11.00 WIB. Sebelum meninggal dunia, Tjahjo Kumolo sempat mendapatkan perawatan intensif karena infeksi yang menyebar ke paru-paru. Kondisi mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tersebut sempat membaik beberapa waktu lalu.

Advertisement

Dokter Spesialis Pulmonologi (paru-paru), dr Alexander Ginting, mengatakan Tjahjo Kumolo mengalami infeksi yang menyebar ke paru-paru tersebut dikarenakan sudah terjadinya komplikasi dengan penyakit lain yakni diabetes dan adanya kardiopulmonari.

"Akibatnya terjadi perburukannya dan mengalami sepsis dengan gagal kardiopulmonari yang berkaitan dengan paru-paru dan jantung," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com, Jumat (1/7/2022).

Berdasarkan data yang dikumpulkan, infeksi paru-paru dapat disebabkan oleh virus, bakteri, dan terkadang bahkan jamur yang sering menyerang bronkitis, pneumonia, dan bronkiolitis.

Salah satu jenis infeksi paru-paru yang paling umum disebut pneumonia. Pneumonia, yang mempengaruhi kantung udara kecil di paru-paru, paling sering disebabkan oleh bakteri menular, tetapi juga bisa disebabkan oleh virus

Seseorang menjadi terinfeksi dengan menghirup bakteri atau virus setelah orang yang terinfeksi di dekatnya bersin atau batuk.

Tidak semua infeksi paru-paru dapat dicegah, tetapi Anda dapat meminimalkan risiko dengan tips berikut:

- cuci tangan secara teratur
- hindari menyentuh wajah atau mulut Anda
- hindari berbagi peralatan, makanan, atau minuman dengan orang lain
- hindari berada di tempat ramai yang mudah menularkan virus
- jangan merokok tembakau
- mendapatkan suntikan flu setiap tahun untuk mencegah infeksi influenza

Bagi mereka yang berisiko lebih besar, cara terbaik untuk mencegah pneumonia bakteri dari jenis bakteri yang paling umum adalah dengan salah satu dari dua vaksin yakni vaksin konjugasi pneumokokus PCV13 dan polisakarida pneumokokus PPSV23.

Vaksin ini direkomendasikan untuk bayi, orang tua, orang yang merokok dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis.

Pneumonia bakterial itu sendiri tidak menular, tetapi infeksi yang menyebabkan pneumonia bakterial bersifat menular. Dapat menyebar melalui batuk, bersin, dan kontaminasi pada benda. Mempraktikkan kebersihan yang baik dapat membantu mencegah penyebaran pneumonia atau risiko tertular.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga merekomendasikan vaksin pneumonia untuk bayi, anak kecil, dan orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.

Sementara politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menyatakan mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan itu telah menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit itu sebelum pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP pada 21 Juni 2022 lalu.

"Sebelum pelaksanaan Rakernas PDIP beliau (Tjahjo) sudah dirawat di rumah sakit. Makanya, saat pelaksanaan Rakernas beliau tidak hadir," kata anggota DPR RI ini.

Masinton tidak mengetahui secara pasti penyakit apa yang diderita Tjahjo Kumolo, namun informasi yang diterimanya Tjahjo Kumolo mengalami komplikasi.

"Yang saya dengar beliau sakit komplikasi," katanya seraya mengatakan PDIP berduka cita secara mendalam atas kepergian Tjahjo Kumolo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI