SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Melihat Kondisi Rumah Saksi Bisu Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Jumat, 1 Juli 2022 | 17:09 WIB
Oleh : Elan Suherlan / FFS
Rumah yang menjadi saksi bisu kasus pembunuhan terhadap Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) pada 18 Agustus 2021.

Subang, Beritasatu.com - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Jalancagak, Kabupaten Subang masih menjadi misteri hingga saat ini. Proses penyidikan yang dilakukan Polres Subang dan Polda Jawa Barat atas pembunuhan terhadap Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) pada 18 Agustus 2021 lalu itu belum membuahkan hasil.

Dengan demikian, kasus pembunuhan yang terjadi di rumah mereka di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Subang tersebut akan memasuki satu tahun.

Advertisement

Dengan berlarut-larutnya kasus pembunuhan ini, rumah yang menjadi saksi bisu pembunuhan tersebut terlihat terbengkalai.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com Jumat (1/7/2022), rumah tersebut telah ditumbuhi rumput-rumput liar seperti ilalang yang cukup tinggi. Bahkan, rumput liar terlihat hampir menutupi sebagaian dari rumah tersebut. Selain itu, terdapat dua garis polisi yang menutupi rumah yang menjadi lokasi ditemukannya Tuti dan Amalia dengan kondisi tewas mengenaskan itu.

Kepala Desa Jalancagak, Indra Zainal mengakui, rumah tersebut saat ini dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Banyak warga sekitar yang terus mempertanyakan perkembangan dari kasus pembunuhan ibu dan anak itu.

"Melihat rumah TKP (tempat kejadian perkara) pembunuhan ibu dan anak di Jalancagak Subang memang sangat mengkhawatirkan karena tidak terurus sama sekali, warga maupun keluarga korban terus mempertanyakan progress polisi dari pengungkapan kasus kematian Bu Tuti sama Amalia," ujar Indra.

Bahkan, menurut Indra, tidak sedikit warga yang merasakan ketakutan akan pelaku yang hingga saat ini masih belum diungkap oleh pihak kepolisian.

Dampak lainnya atas ketidakjelasan kasus itu, warga maupun keluarga tidak bisa masuk ke dalam rumah lokasi kejadian karena masih dalam penyidikan polisi.

"Warga juga terlihat waswas memang dengan pelaku yang masih berkeliaran sampai dengan sekarang. Untuk berhenti di TKP saja warga sekitar enggak berani apalagi membersihkan seperti rumput-rumput yang ada di TKP," katanya.

"Tentunya bukan cuma warga, keluarga seperti Yoris maupun Pak Yosef juga tidak berani masuk ke TKP. Jadi saya selaku kepala desa maupun keluarga korban ingin meminta kejelasan kasusnya dari pihak kepolisian," ungkapnya.

Meski demikian, Indra terus berharap pihak kepolisian secepatnya dapat mengungkap kasus yang hingga saat ini masih menjadi sorotan publik tersebut.

Seperti diketahui, pada 18 Agustus 2021 lalu, warga dari Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang digegerkan dengan penemuan mayat ibu dan anak di dalam bagasi mobil mewah Alphard di dekat rumah mereka. Korban yang diketahui Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) diduga menjadi korban pembunuhan.

Demi mengungkap kasus pembunuhan ini, jajaran kepolisian selain dari Polres Subang maupun Polda Jabar, Bareskrim Mabes Polri hingga BIN pun turut turun tangan dalam pengungkapan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI