SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Komisi IX Desak Kemenkes Penuhi Target Vaksinasi Covid-19

Jumat, 1 Juli 2022 | 18:05 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / YUD
Ilustrasi vaksinasi Covid-19.

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi IX DPR mendesak agar Kemenkes menuntaskan target vaksinasi Covid-19 sebanyak 208.265.720 dosis suntikan. Komisi IX DPR mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beserta jajarannya untuk secepatnya menuntaskan target vaksinasi Covid-19 dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 70% yakni sebanyak 208 juta atau tepatnya 208.265.720.

Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo menyatakan belakangan ini masyarakat sudah enggan atau tidak semangat lagi untuk divaksin. Ini dikarenakan varian atau subvarian Covid-19 dianggap sudah tidak begitu berbahaya lagi atau tidak sedahsyat seperti varian sebelumnya yakni Delta.

Advertisement

"Ini menjadi PR atau pekerjaan rumah besar buat kita bersama karena memang laju vaksinasikita belum sesuai dengan target WHO yakni 70% dari total populasi masyarakat per Juni dari seluruh dunia. Kalau dari target nasional yang ditetapkan yakni 208 juta, kita baru mencapai 81%. Masih menyisakan cukup banyak menuju target," katanya kepada Beritasatu.com, Jumat (1/7/2022).

ini juga menjadi perhatian bersama, apalagi capaian vaksinasi boosterjuga masih sangat rendah dan membutuhkan perjuangan dan ide-ide kreatif dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Kita sadari bahwa vaksinasi itu pemerintah pusat yang mengalokasikan dan menyediakan anggaran termasuk membelinya. Namun demikian sukses tidaknya program vaksinasi tergantung dari mesinnya yang ada di pemerintah daerah dan seluruh jajarannya termasuk tokoh-tokoh masyarakat di daerah," ungkap politisi PDI Perjuangan itu.

Menurutnya disaat ini animo masyarakat untuk mendapatkan vaksin terbilang rendah, harus diingatkan bahwa saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir dan masih labil serta bisa naik turun, meskipun WHO menyampaikan bahwa saat ini varian yang paling berbahaya saat ini adalah Omicron termasuk di dalamnya ada turunannya subvarian BA.4 dan BA.5.

Namun demikian, harus disadari bersama disampaikan kepada masyarakat bahwa meskipun tidak berbahaya seperti varian Delta, tetapi subvarian Omicron ini masih tetep risiko bagi warga masyarakat yang belum divaksin, termasuk di dalamnya adalah warga yang punya penyakit penyerta atau komorbid.

Selain itu, masih adanya pasien Covid-19 yang dirawat di ICU rumah sakit dan yang meninggal. Ini perlu menjadi perhatian bersama. Maka diharapkan pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk punya ide kreatif bagaimana "menjemput bola".

"Langkah itu bisa dengan bekerja sama dengan kepala desa, pamong desa, RT-RW setempat untuk menyisir data warga yang belum divaksin untuk diajak, dibujuk dan diantar ke fasilitas kesehatan (faskes) agar mau divaksin, terutama vaksin lengkap serta booster," tegasnya.

Kedua, pemerintah bisa meminta tolong kepada warga dan tokoh-tokoh setempat agar bergerak terus dan tidak lelah menyampaikan dan mengingatkan serta menghimbau kepada warga masyarakat yang belum divaksin terutama yang komorbid maupun yang lansia untuk mau pergi ke faskes dan segera divaksin.

"Dengan tidak tercapai sesuai target vaksinasi dan stok vaksin yang masih ada di gudang baik yang di Biofarma maupun di daerah-daerah tentu ada ancaman adalah yakni mubazir karena bakal menjadi kadaluwarsa. Tentu ini berpotensi dibuang atau dihanguskan semakin besar. Ini sangat disayangkan jadinya," urainya.

Menurutnya, pemerintah tentu menjadi rugi dari sisi pengadaan karena vaksin menjadi terbuang percuma. Kerugian lainnya adalah ancaman Covid-19 masih nyata bagi yang belum divaksin lengkap maupun yang belum vaksin sama sekali.

"Makanya saya kira kita tidak boleh lelah dan tidak boleh capek untuk mengimbau kepada warga masyarakat untuk mau secepatnya divaksin untuk keselamatan bersama," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI