SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Korut Klaim Benda Asing di Perbatasan Penyebab Wabah Covid-19

Jumat, 1 Juli 2022 | 19:50 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Warga Korut menghadiri rapat umum untuk menandai "hari perjuangan melawan imperialisme AS", pada peringatan 72 tahun Perang Korea, di alun-alun Museum Perang Pembebasan Tanah Air Kemenangan di Pyongyang.

Seoul, Beritasatu.com - Korea Utara (Korut) pada hari Jumat (1/7/2022) menuding, bahwa wabah Covid-19 pertama di negara itu dimulai dengan pasien yang menyentuh "benda asing" di dekat perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel). Pyongyang tampaknya mengalihkan kesalahan ke tetangganya atas gelombang infeksi di negara yang terisolasi itu.

Mengumumkan hasil penyelidikan, Korut memerintahkan orang-orang untuk "dengan waspada menangani hal-hal asing yang datang oleh angin dan fenomena iklim lainnya serta balon di daerah-daerah di sepanjang garis demarkasi dan perbatasan," kata kantor berita resmi KCNA.

Advertisement

Badan tersebut tidak secara langsung menyebut Korsel, tetapi para pembelot dan aktivis Korutselama beberapa dekade menerbangkan balon dari Selatan melintasi perbatasan yang dijaga ketat, membawa selebaran dan bantuan kemanusiaan.

Kementerian Unifikasi Korsel, yang menangani urusan antar-Korea, mengatakan "tidak ada kemungkinan" virus memasuki Korut melalui selebaran yang dikirim melintasi perbatasan.

Menurut KCNA, seorang tentara berusia 18 tahun dan seorang anak TK berusia lima tahun yang menyentuh benda asing tak dikenal "di sebuah bukit di sekitar barak dan tempat tinggal" di wilayah timur Kumgang pada awal April menunjukkan gejala dan kemudian dinyatakan positif mengidap virus corona.

KCNA mengatakan semua kasus demam lain yang dilaporkan di negara itu hingga pertengahan April disebabkan oleh penyakit lain, tetapi tidak merincinya.

"Sulit untuk mempercayai klaim Korut secara ilmiah, mengingat kemungkinan virus menyebar melalui objek cukup rendah," kata Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara di Seoul.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan risiko orang terinfeksi Covid-19 melalui kontak dengan permukaan atau benda yang terkontaminasi umumnya dianggap rendah, meskipun mungkin.

Korut juga mengatakan, dua pasien pertama menyentuh benda-benda asing di kota timur pada awal April, tetapi pertama kali kelompok pembelot diketahui telah mengirim balon melintasi perbatasan tahun ini pada akhir April dari wilayah Gimpo barat.

Pengakuan pertama wabah Covid-19 di Korut terjadi beberapa bulan setelah negara itu melonggarkan penguncian perbatasan yang diberlakukan sejak awal 2020 untuk melanjutkan operasi kereta barang dengan Tiongkok.

Tetapi akan sulit bagi Pyongyang untuk menuding Tiongkok, kata Lim Eul-chul, seorang profesor di Institut Studi Timur Jauh di Universitas Kyungnam.

"Jika mereka menyimpulkan virus itu dari Tiongkok, mereka harus memperketat tindakan karantina di daerah perbatasan sebagai kemunduran lebih lanjut bagi perdagangan Korea Utara-Tiongkok," kata Lim.

Korut mengklaim gelombang Covid-19 telah menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun para ahli menduga pelaporan yang kurang dalam angka-angka yang dirilis melalui media yang dikendalikan pemerintah.

Korut melaporkan 4.570 lebih orang mengalami gejala demam pada hari Jumat, dengan jumlah total pasien demam yang tercatat sejak akhir April mencapai 4,74 juta.

Pyongyang telah mengumumkan jumlah pasien demam setiap hari tanpa merinci apakah mereka telah tertular Covid-19, tampaknya karena kurangnya alat tes.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: cna/reuters


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI