SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Baru 6 Provinsi Catatkan Vaksinasi Booster di Atas 40%

Jumat, 1 Juli 2022 | 20:45 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Tenaga kesehatan memberikan vaksinasi Covid-19 saat program Vaksinasi Merdeka Booster di Grha Asuransi Astra, di Jakarta, Sabtu, 23 April 2022. Asuransi Astra bekerja sama dengan Polda Metro Jaya mendukung percepatan vaksinasi booster dengan menyediakan 500 vaksin booster.

Jakarta, Beritasatu.com - Hingga saat ini baru 6 provinsi yang cakupan vaksinasi booster Covid-19 berhasil mencapai di atas 40%. Diketahui vaksinasi Covid-19 akan melindungi masyarakat secara menyeluruh dengan meningkatkan kekebalan komunitas. Sayangnya cakupan vaksinasi booster masih belum terlihat peningkatan yang signifikan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Nasional, Prof Wiku Adisasmito pada konferensi pers terkait "Perkembangan Penanganan Covid-19 Nasional" Jumat (1/7/2022).

Advertisement

Wiku menyebutkan, cakupan vaksinasi booster atau dosis ketiga nasional baru mencapai 24%. Bahkan, 28 dari 34 provinsi cakupan vaksinasi juga masih di bawah 30%.

“Hanya Bali sudah di atas 50%, disusul DKI Jakarta dan Kepulauan Riau di atas 40%. Kemudian, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat dan Kalimantan Timur di atas 30%,” kata Wiku.

Wiku menuturkan progres vaksinasi booster terbilang lambat jika dibandingkan dengan vaksinasi dosis primer atau dosis 1 dan 2. Sebagaimana diketahui, pada awal pelaksanaan vaksinasi dosis 1 dan 2, cakupan dapat meningkat 60% dalam kurun waktu 6 bulan yaitu antara bulan Juni sampai Desember 2021. Namun, pada vaksin booster pada kurun waktu yang sama sejak Januari hingga Juni 2022, cakupan baru meningkat sebesar 20%.

Menurut Wiku, peningkatan cakupan vaksin booster membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat.

“Saya meminta tegas kepada pemerintah pemerintah daerah (pemda) untuk menjaga daerahnya masing-masing dengan kembali menggalakan vaksinasi dosis booster,” ujarnya.

“Pastikan masyarakat sudah teredukasi dengan baik tentang pentingnya booster. Mohon juga dapat berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang ketersediaan dan distribusi vaksin sesuai dengan kebutuhan,” pungkas Wiku.

Sementara itu legislator juga mendorong agar pemerintah menuntaskan target vaksinasi Covid-19. Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo menyatakan belakangan ini masyarakat sudah enggan atau tidak semangat lagi untuk menjalani vaksinasi. Ini dikarenakan varian atau subvarian Covid-19 dianggap sudah tidak begitu berbahaya lagi atau tidak sedahsyat seperti varian sebelumnya yakni Delta.

"Ini menjadi PR atau pekerjaan rumah besar buat kita bersama karena memang laju vaksinasi kita belum sesuai dengan target WHO yakni 70% dari total populasi masyarakat per Juni dari seluruh dunia. Kalau dari target nasional yang ditetapkan yakni 208 juta, kita baru mencapai 81%. Masih menyisakan cukup banyak menuju target," katanya kepada Beritasatu.com, Jumat (1/7/2022).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI