SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

WHO: Kasus Cacar Monyet di Eropa Meningkat Tiga Kali Lipat

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:41 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Cacar monyet telah sangat kontroversial karena dinamai daerah Afrika.

London, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat (1/7/2022) memperingatkan bahwa kasus cacar monyet di Eropa telah meningkat tiga kali lipat dalam dua minggu terakhir, dan mendesak negara-negara berbuat lebih banyak untuk memastikan penyakit yang sebelumnya jarang terjadi di benua itu.

Kepala WHO Eropa Dr. Hans Kluge mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa peningkatan upaya diperlukan meskipun keputusan badan kesehatan PBB pekan lalu bahwa wabah yang meningkat belum menjamin dinyatakan sebagai darurat kesehatan global.

Advertisement

“Tindakan mendesak dan terkoordinasi sangat penting jika kita ingin mengubah arah dalam perlombaan untuk membalikkan penyebaran penyakit yang sedang berlangsung ini,” kata Kluge.

Hingga saat ini, lebih dari 5.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan dari 51 negara di seluruh dunia, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Kluge mengatakan jumlah infeksi di Eropa mewakili sekitar 90 persen dari total global, mencatat bahwa 31 negara di kawasan Eropa di mana WHO kini telah mengidentifikasi kasusnya.

Kluge mengatakan, data yang dilaporkan ke WHO menunjukkan bahwa 99 persen kasus terjadi pada pria, dan mayoritas dari kasus tersebut terjadi pada pria yang berhubungan sejenis. Namun dia mengatakan sekarang ada “sejumlah kecil” kasus di antara kontak rumah tangga, termasuk anak-anak. Kebanyakan orang melaporkan gejala termasuk ruam, demam, kelelahan, nyeri otot, muntah dan kedinginan.

Para ilmuwan memperingatkan siapa pun yang melakukan kontak fisik dekat dengan seseorang yang menderita cacar monyet atau pakaian atau seprai mereka berisiko terinfeksi, terlepas dari orientasi seksual mereka.

Populasi rentan seperti anak-anak dan wanita hamil dianggap lebih mungkin menderita penyakit parah.

Sekitar 10 persen pasien dirawat di rumah sakit untuk perawatan atau diisolasi, dan satu orang dirawat di unit perawatan intensif. Tidak ada kematian yang dilaporkan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: arab news/ap


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI