SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Hari Bhayangkara, IPW Dukung Kapolri Babat Polisi Brengsek

Jumat, 1 Juli 2022 | 22:34 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS
Listyo Sigit Prabowo.

Jakarta, Beritasatu.com - Pada peringatan Hari Bhayangkara, Indonesia Police Watch (IPW) mendukung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membersihkan internal Polri dari anggota brengsek alias menyimpang.

“Polri harus terus membersihkan budaya menyimpang dari anggotanya yang mengkhianati kode etik. Mulai dari elite Polri pangkat jenderal hingga bawahan yang pangkat terendah tamtama,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso terkait Hari Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2022.

Advertisement

Menurut Sugeng Teguh Santoso, saat peringatan Hari Bhayangkara atau HUT ke-76 Polri kali ini terdapat 39 anggota Polri dipecat dan puluhan lainnya telah direkomendasikan untuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena melakukan penyimpangan disiplin, kode etik, dan pidana.

Pemecatan anggota Polri itu, menurut catatan IPW, paling tinggi berasal dari Polda Sumsel dan Polda Jambi. Masing-masing menjatuhkan PTDH kepada tujuh anggotanya.

Kemudian Polda Lampung memecat enam anggota. Sedangkan tiga anggota telah dipecat oleh Polda Gorontalo.

Polda Maluku Utara, Polda Sulsel, Polda Jabar, Polda Kalteng, Polda Maluku masing-masing tercatat mem-PTDH dua anggota.

Polda Sumut, Polda Metro Jaya, Polda Kalbar dan Polda Sulawesi Tenggara, Polda Jawa Timur, Polda Babel masing-masing memecat satu anggota.

Namun, menurut Sugeng, PTDH kepada anggota Polri ini masih belum konsisten dilakukan.

Ia menunjuk contoh kasus AKBP Brotoseno, eks napi korupsi namun tetap aktif menjadi anggota Polri.

Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian tidak memecat Brotoseno.

Terpidana yang sudah menyelesaikan masa hukuman karena perkara suap saat penyidikan dugaan tindak pidana korupsi cetak sawah di daerah Ketapang, Kalbar ini hanya mendapatkan sanksi demosi atau pemindahtugasan jabatan.

“Belum lagi, masih aktifnya Irjen Napoleon Bonaparte yang telah tersangkut kasus Joko Tjandra. Padahal, kasus AKBP Mustari yang melakukan pencabulan terhadap anak dengan cepat diputuskan untuk dipecat,” kata Sugeng Teguh Santoso melalui keterangan tertulis, Jumat (1/7/2022).

Seperti diberitakan, Irjen Napoleon Bonaparte sudah dinyatakan bersalah dalam perkara korupsi, yakni menerima suap dalam penghapusan red notice terpidana korupsi cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.

Napoleon divonis empat tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Upaya bandingnya hingga kasasi, gagal.

"Kasus Brotoseno dan Napoleon harus menjadi evaluasi Polri ke depan sehingga muruah Polri sebagai Bhayangkara Negara tetap terjaga," kata Sugeng.

AKBP Brotoseno

Siapa pun pimpinannya, Polri tak boleh kendor untuk menjaga marwah institusi Polri yang memiliki semboyan Rastra Sewakottama.

Arti semboyan Polri itu adalah abdi utama dari nusa dan bangsa. Polri bukanlah penguasa, melainkan abdi negara yang mempunyai tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

Pemimpin tertinggi Polri harus mampu menjalankan organisasinya sesuai dengan tujuan reformasi Polri, menjadikan anggota Polri untuk berbuat baik, berkarya secara profesional, dan berprestasi mengawal tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

Harapannya, Polri dapat dicintai masyarakat sesuai cita-citanya.

Setiap anggota Polri harus menjadi teladan bagi masyarakat. Perilakunya merupakan representasi institusi.

Napoleon Bonaparte.

Karena itu setiap pelanggaran yang dilakukan oleh insan Bhayangkara merupakan pengkhianatan terhadap sumpah dan janji, juga mengkhianati institusi Polri.

Diakui bahwa Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sangat serius membenahi institusi Polri melalui Program Polri Presisi guna melanjutkan estafet reformasi Polri.

Listyo Sigit berjanji membawa Polri ke depan menjadi Polri yang adil, jujur, siap untuk dikritik, dan transparan.

Terkait pelayanan kepada masyarakat maupun pengaduan akan kinerja aparat di lapangan, Kapolri diharapkan tidak segan-segan untuk mencopot anggota maupun pimpinan.

“Apalagi kalau pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri sudah viral di medsos,” kata Sugeng Teguh Santoso.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI