SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

GMNI Nilai Kunjungan Jokowi Dapat Turunkan Tensi Geopolitik

Jumat, 1 Juli 2022 | 23:40 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Joko Widodo saat bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (foto kiri) dan saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin (foto kanan).

Jakarta, Beritasatu.com – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia dapat menurunkan tensi geopolitik global. Sebab, makin meningkatnya tensi geopolitik tentu berdampak buruk pada perekonomian global. Hal ini disampaikan Ketua Umum GMNI Arjuna Putra Aldino dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

“Tentu misi besarnya adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi sesuai mandat konstitusi. Namun jangka pendeknya, bisa menurunkan tensi geopolitik, terbuka jalan diplomasi,” ungkap Arjuna.

Advertisement

Langkah Presiden Jokowi, menurut Arjuna bisa menjadi model penyelesaian alternatif di tengah kebuntuan dunia menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina yang hanya dipenuhi oleh sanksi dan bantuan persenjataan.

“Langkah Presiden Jokowi bisa menjadi alternatif baru, memecah kebuntuan ditengah PBB dan dunia hanya bisa memberikan sanksi, kecaman dan bantuan senjata yang berakhir kontraproduktif,” tuturnya.

Arjuna juga mengatakan upaya Presiden Jokowi juga bisa menjadi contoh bagi PBB dan negara-negara lain di dunia, yaitu mengambil posisi politik bebas aktif. Pasalnya hingga saat ini tidak ada negara yang mengambil posisi seperti Presiden Jokowi. Sebagian memilih pasif dan sebagian justru membuat situasi semakin panas.

“PBB harus mencontoh Presiden Jokowi. Bukan perkara berhasil atau tidak misi perdamaian tersebut. Tapi paling tidak menurunkan tensi geopolitik sehingga ekonomi global tidak terus bergejolak akibat konflik yang terus memanas”, tutur Arjuna.

Arjuna menilai untuk mendamaikan kedua negara Presiden Jokowi tidak bisa sendirian. Tentu harus melibatkan negara-negara, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Tiongkok untuk ikut mewujudkan perdamaian kedua negara. Namun, langkah Presiden Jokowi sudah memperlihatkan Indonesia bisa menjadi motor penggerak.

“Tentu Presiden Jokowi tidak bisa sendirian untuk wujudkan misi perdamaian ini. Harus melibatkan negara seperti AS, Inggris dan China. Tapi langkah Presiden Jokowi bisa menjadi motor penggerak, itu poin pentingnya,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI