SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

KPK Cecar Bupati Tulungagung soal Bantuan Keuangan

Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:29 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / JAS
Ilustrasi korupsi.

Jakarta, Beritasatu.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo dan Bendahara Pengeluaran Set DPRD Tulungagung, Made Prasetyo sebagai saksi pada Kamis (30/6/2022). Keduanya dicecar penyidik KPK terkait pengajuan bantuan keuangan untuk Tulungagung.

Perlu diketahui, pemeriksaan keduanya sebagai saksi dalam rangka mengusut dugaan suap terkait pengalokasian anggaran bantuan keuangan Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Tulungagung.

Advertisement

“Kedua saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan diajukannya bantuan keuangan Provinsi Jawa Timur periode 2014-2018 untuk Kabupaten Tulungagung hingga proses pembahasannya di lingkup DPRD Kabupaten Tulungagung,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Sebagai informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengalokasian anggaran bantuan keuangan Provinsi Jawa Timur periode 2014-2018 untuk Kabupaten Tulungagung. Penetapan para tersangka kali ini terkait dengan kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi sebelumnya.

Hanya saja, lembaga antirasuah belum mengungkapkan identitas para tersangka. Dikatakan Ali, pihaknya tengah mengumpulkan alat bukti untuk mengusut kasus tersebut. Dia menjelaskan, pemanggilan sejumlah saksi merupakan salah satu upaya KPK untuk melakukan pengumpulan alat bukti.

“Saat upaya paksa penangkapan maupun penahanan, KPK akan mengumumkan pihak-pihak mana saja yang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk konstruksi perkara dan pasal pidana yang disangkakan,” ujar Ali, Selasa (28/6/2022).

Tidak kalah penting, Ali menuturkan harapan KPK agar masyarakat mendukung pengusutan kasus kali ini. Jika dari masyarakat ada yang memiliki sejumlah informasi terkait kasus tersebut, diminta untuk segera menyampaikannya ke tim penyidik KPK untuk didalami lebih lanjut.

Kasus ini diduga terkait dengan kasus dugaan suap proyek di Pemkab Tulungagung dengan tersangka Direktur PT Kediri Putra, Tigor Prakasa. Tigor diduga menyuap mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo agar dapat menggarap sejumlah proyek.

Penetapan tersangka terhadap Tigor merupakan pengembangan dari perkara suap pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan APBD dan atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung tahun 2015-2018 yang menjerat Syahri Mulyo dan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono. Syahri Mulyo diketahui telah divonis 10 tahun penjara, dan Supriyono dihukum 8 tahun penjara atas perkara tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI