SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Gelar Konsolidasi, Hasto Bakar Semangat Kader PDIP Sumbar

Minggu, 3 Juli 2022 | 09:38 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membakar semangat  pengurus DPD, DPC, ranting, hingga satgas partai dalam Konsolidasi Kader PDI Sumbar, di Kantor DPD PDIP Sumbar, Sabtu, 2 Juli 2022 malam.

Padang, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta para kadernya untuk mengendali kondisi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dengan tradisi Islam yang begitu kuat.

Pahami itu dan bergerak ke bawah, dan selami kehidupan rakyat. Ketika semua dilakukan dengan niat baik, maka rakyat pasti akan menerima.

Advertisement

"Dengan pergerakan seperti itu, partai meyakini bisa memenangkan pemilu tiga kali berturut-turut. Kekuatan kita kalau disatukan akan menjadi kekuatan dashyat," ujar Hasto ketika memimpin Konsolidasi Kader Partai se-Sumatera Barat di Kantor DPD PDIP Sumbar, Sabtu (2/7/2022) malam.

Konsolidasi ini dihadiri ratusan pengurus dan kader PDIP Sumbar dipimpin ketuanya Alex Indra Lukman. Hadir juga kader PDIP yang juga Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

Hasto juga menyampaikan salam dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, serta membakar semangat juang kader demi memenangkan pemilu ketiga kalinya di tahun 2024.

“Sebelum berangkat ke sini, saya tadi menghadap Ketua Umum Megawati. Megawati yang meyampaikan salam kepada saudara sekalian, seluruh kader PDI Perjuangan di Sumatera Barat, dari pengurus DPD, DPC, ranting, hingga satgas partai,” kata Hasto.

Kata Hasto, Megawati menyampaikan bahwa semua kader pasti mengalami banyak tantangan di Sumatera Barat ini.

“Tapi Megawati bilang anda tak sendiri. Karena kita adalah kesatuan kekuatan kebangsaan yang menyatu dari Aceh hingga Papua, menyatu di bawah panji-panji nasionalis Soekarnois yang menjadikan rakyat sebagai inti kekuatan partai,” ujarnya.

Hasto mengatakan semua pemimpin lahir dari proses ujian. Termasuk para kader partai. Bahkan sebagai bangsa, Indonesia mengalami gemblengan dan ditempa oleh revolusi.

“Bung Karno dan Bung Hatta saja dibuang di masa penjajahan. Namun ketika mengalami hambatan, pemimpin tidak pernah hilang api perjuangannya,” kata Hasto.

Hasto lalu memberi teladan dari Bung Karno, bagaimana saat pembuangan di Bengkulu, mengalami bagaimana susahnya kultur yang ada. Namun Bung Karno tak berhenti dan akhirnya memenangkan hati rakyat.

“Apa yang dilakukan Bung Karno dan Bung Hatta adalah kualitas seorang pemimpin yang tak berhenti bergerak di tengah kondisi apa pun,” kata Hasto.

Hasto juga menceritakan teladan kerja keras dari Ketua Umum Megawati. Di zaman Orde Baru, Megawati bergerak ke rakyat di bawah intaian mata-mata rezim.

“Layaknya tower telepon, apa yang dilakukan Megawati dengan keliling Indonesia melantik koordinator kecamatan, bagaikan memasang banyak tower signal. Hampir di seluruh Indonesia. Sehingga akhirnya di 1999 menjadi parpol pemenang pemilu,” kata Hasto.

Intinya, sama seperti yang dilakukan Soekarno dan Megawati, kata Hasto, berpolitik itu adalah bergerak ke rakyat bukan ke elite.

Hasto mengatakan, kader PDIP harus mencari ide-ide baru untuk menembus barrier untuk semakin dekat dengan rakyat. “Idea over opinion. Itu yang pertama,” kata Hasto.

Kedua adalah imajinasi yang inheren dengan kepentingan partai.

Ketiga adalah spirit juang. Kata Hasto, untuk mencapai ide dan imajinasi itu, harus dengan spirit juang untuk mencapai tahapan-tahapan yang menang harus dilewati.

“Spirit akan melahirkan tekad yang akan melahirkan tindakan strategis. Tanpa disadari, kalau itu dilakukan, maka kita akan mencapainya,” pungkas Hasto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI