SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Gubernur Sumbar Apresiasi Kehadiran Hasto di Wisuda UNP

Minggu, 3 Juli 2022 | 12:09 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri acara wisuda ke-127 Universitas Negeri Padang (UNP), di Aula Kampus tersebut, Minggu, 3 Juli 2027.

Padang, Beritasatu.com - Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar wisuda ke-127 dengan mengundang Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang juga Doktor Ilmu Pertahanan dan Geopolitik, Hasto Kristiyanto, di Aula Kampus UNP, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (3/7/2022).

Hasto sendiri akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Eksistensi Pemikiran Geopolitik Soekarno untuk Ketahanan Nasional”.

Advertisement

Saat memasuki lokasi wisuda, rombongan Rektorat dan Hasto disambut dengan Tari Pasambahan.

Di acara itu, juga turut hadir Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, dan Ketua DPD PDIP Sumatera Barat Alex Indra Lukman.

Mereka bergabung dengan ratusan wisudawan serta civitas akademika UNP yang dipimpin Rektor Ganefri. Ratusan wisudawan lain mengikuti secara daring mengingat protokol kesehatan yang harus dilaksanakan dalam prosesi acara.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengapresiasi kehadiran Hasto di acara wisuda, di mana salah satunya adalah putrinya sendiri.

“Kehadiran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ini menghadirkan sebuah spirit,” kata Mahyeldi.

“Semoga dengan orasi ini akan mengembangkan pola pikir, kreativitas, inovasi, rasional dan obyektif khususnya bagi kita yang hadir di sini,” tambah Mahyeldi.

Mahyeldi juga menekankan kuatnya hubungan batin Bung Karno dengan Sumbar. Misalnya, orang di sekeliling Soekarno adalah berasal dari Minang, dari Hatta, Yamin, Sjahrir, hingga Hamka.

Sementara Rektor Ganefri mengatakan generasi muda saat ini membutuhkan adaptasi dan transformasi seiring dengan perkembangan global, tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur bangsa yang dipegang teguh.

Ganefri melanjutkan, para wisudawan harus meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan nasional. Sesuai dengan pandangan Bung Karno, bahwa ketahanan suatu bangsa haruslah dipupuk dari tiga hal. Yaitu ketahanan politik, ketahanan ekonomi, dan ketahanan militer.

"Ketiga hal tersebut hendaklah diinternalisasi secara mendalam, terutama pada proses pendidikan, baik pada jenjang dasar hingga pendidikan tinggi," ujarnya.

Ganefri juga menekankan penyelarasan nilai-nilai Pancasila pada pendidikan akan mampu memberikan unsur penting ketahanan nasional, melalui warisan budaya dan kearifan lokal. Nilai moral nusantara yang luhur, akan menjadi jiwa bangsa dan pada akhirnya akan membentuk karakter, persatuan dan kesatuan.

“Tidak hanya hari ini, namun juga pada masa generasi muda mencicipi masa keemasannya. Penanaman budaya dan nilai-nilai Pancasila tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bangsa dan ketahanan nasional, sehingga mampu menjadi benteng pertahanan terhadap berbagai kemerosotan moral dan nilai yang menerpa bangsa kita,” tegas Ganefri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI