SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Menkes Sebut Kasus Covid-19 Nasional Masih Level 1

Minggu, 3 Juli 2022 | 16:10 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hadir dalam acara Simposium Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association) tahun 2022, di Jakarta, Minggu, 3 Juli 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan meskipun kasus Covid-19 Indonesia mengalami peningkatkan, namun berdasarkan indikator Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menunjukkan Indonesia masih berada di level satu penyebaran Covid-19.

Budi menjelaskan, WHO memiliki standar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1,2, dan 3. Level 1 menurut WHO, angka kasus mencapai 20 kasus per minggu per 100.000 penduduk.

Advertisement

“Kalau di-translate ke Indonesia itu 7.800 (kasus) per hari. Sekarang masih di 2.000 kasus per hari. Saya ditanya sebagai menteri kesehatan, saya lihat kondisinya masih terkontrol. Kita masih di bawah Singapura yang 5.000 kasus per hari dengan penduduk yang cuma 5 juta atau di bawah negara-negara Eropa yang 50.000 hingga 60.000 sehari,” kata Budi kepada wartawan seusai acara Simposium Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association) tahun 2022, di Jakarta, Minggu (3/7/2022).

Budi juga menegaskan Indonesia masih berada di level 1 karena kasus harian masih di bawah 7.000 kasus per hari. “Masih level 1 karena di bawah 7.800 kasus per hari. Kita masih masih 2.200-an,” ujarnya.

Oleh karena itu, Budi menuturkan meski kenaikan kasus Covid-19 tidak perlu panik, tetap perlu waspada dengan memakai masker di ruang tertutup dan melakukan vaksinasi.

Selanjutnya, Budi juga menyebutkan indikator reproduction rate saat ini memang sudah atas 1, namun kasus harian sudah melandai. Pasien Covid-19 masuk rumah sakit dan memakai ventilator dan meninggal jumlahnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan varian Omicron dan varian Delta.

Menurut Budi, situasi saat ini karena antibodi masyarakat sudah tinggi, sehingga bisa menangkal Covid-19. Kendati demikian, Budi menuturkan antibodi yang ada saat ini bukan untuk mencegah tidak tertular, tetapi membuat daya tahan tubuh bisa melawan virusnya masuk dengan lebih baik.

“Kesimpulan kasus naik tidak mengkhawatirkan sehingga tidak perlu panik dan tetap waspada. Karena kita enggak tahu karena perilakunya bisa berubah. Kita jangan panik, kita hadapi kenaikan ini, tetap waspada,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI