SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Menkes Ungkap Kendala Laju Vaksinasi Booster Covid-19

Minggu, 3 Juli 2022 | 17:30 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Tenaga kesehatan memperlihatkan dosis vaksin Covid-19 saat program Vaksinasi Merdeka Booster di Grha Asuransi Astra, di Jakarta, Sabtu, 23 April 2022. Asuransi Astra bekerja sama dengan Polda Metro Jaya mendukung percepatan vaksinasi booster dengan menyediakan 500 vaksin booster.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan mengungkapkan kendala yang terjadi terkait vaksinasi booster Covid-19 yang dihadapi pada saat ini. Diketahui, laju vaksinasi dosis ketiga atau booster saat ini masih sangat lambat jika dibandingkan dengan vaksinasi dosis 1 dan 2. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Minggu (3/7/2022), cakupan vaksinasi dosis baru mencapai 21.26% atau 44.273.456 dari 208.265.720 sasaran vaksinasi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kendala rendahnya laju vaksinasi karena masyarakat sudah merasa sangat sehat dan kasusnya sudah sangat rendah.

Advertisement

“Adanya kenaikan ini masyarakat merasa, oh agak naik. Booster-nya kelihatan naik lagi,” kata Budi usai acara Simposium Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association) tahun 2022, di Jakarta, Minggu (3/7/2022).

“Saya minta teman-teman media bisa bantu sosialisasi ke masyarakat, yuk enggak usah sungkan booster,mumpung sekarang baru naik (kasus Covid-19) dengan demikian antibodi lebih baik,” sambungnya.

Ketika ditanya terkait anak usia 6-17 tahun wajib booster untuk masuk area publik seperti tempat wisata dan lainnya, Budi mengatakan saat ini pemerintah mempertimbangkan kondisi ancaman Covid-19 dan kondisi sosial masyarakat.

Untuk menentukan kebijakan baru, Budi mengatakan pemerintah akan kembali melakukan Sero Survey mulai tanggal 4 Juli 2022. Sebelumnya, Kemenkes melakukan Sero Survey pada Desember 2021 tercatat 88% Indonesia sudah memiliki antibodi. Kemudian, kedua pada bulan Maret 2022 dan tercatat antibodi masyarakat naik 99%.

Dikatakan Budi, Sero Survey ditargetkan tuntas sebelum 17 Agustus 2022. “Mudah-mudahan selesai di akhir Juli sebelum 17 Agustus 2022 sehingga kita bisa melihat antibodi seperti apa. Kalau antibodi sudah bagus balik lagi pandemi dan endemi. Kuncinya kesadaran tanggung jawab kesehatan itu pindah dari pemerintah ke masyarakat,” paparnya.

Budi menjelaskan kesadaran masyarakat terbukti dalam penanganan penyakit lain, yakni demam berdarah dengue (DBD). Penanganan DBD ini, kata Budi pemerintah tidak pernah memaksa masyarakat untuk melakukan semprot nyamuk, namun telah ada kesadaran masyarakat untuk melakukan secara mandiri.

“Itu adalah manajemen kesehatan yang paling baik. Manajemen kesehatan itu bukan dipaksa, harus pakai masker, harus vaksin itu enggak bagus,” ucapnya.

Dikatakan Budi, agar manajemen kesehatan ke depan bagus harus ada kesadaran dari masyarakat sendiri, seperti memakai masker ataupun vaksinasi. Hal ini guna melatih masyarakat untuk menjadi dewasa.

“Kita enggak mau semuanya selalu ngasih tahu. Ini anak-anak sudah dewasa semua bukan anak kecil lagi. Biarkan mereka menyadari ini tanggung jawab saya. Saya tahu kapan divaksin kalau di atas 6 bulan lebih berisiko,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI