SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Rusia Klaim Sudah Caplok Wilayah Ukraina Timur Sepenuhnya

Minggu, 3 Juli 2022 | 20:23 WIB
Oleh : YUD
Seorang jaksa kejahatan perang (tengah) dan seorang penyelamat (kanan) dan seorang warga sipil, melihat satu bangunan yang hancur setelah terkena serangan rudal di kota Sergiyvka, Ukraina, dekat Odessa, menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 30 lainnya, pada Jumat 1 Juli 2022.

Kyiv, Beritasatu.com - Rusia pada Minggu (3/7/2022) mengklaim telah berhasil mengambil alih wilayah Luhansk di Ukraina timur setelah mereka merebut benteng pertahanan terakhir Ukraina, Lysychansk.

Kendati begitu, Ukraina belum mengeluarkan pernyataan usai pertempuran hebat dilaporkan berlangsung di wilayah itu.

Advertisement

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengabarkan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa Luhansk sudah "dibebaskan", kata departemen pertahanan Rusia.

Pernyataan itu muncul setelah Moskow mengatakan pasukannya sudah menguasai desa-desa di sekitar Lysychansk dan mengepung kota tersebut.

Menhan Shoigu mengatakan pasukan Rusia beserta sekutu-sekutu mereka di wilayah itu sudah "memegang kendali penuh kota Lysyschansk". Namun militer Ukraina belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Sementara itu sebelum Rusia mengumumkan pencapaian terbarunya, Gubernur Luhansk Serhiy Gaida menulis di aplikasi Telegrambahwa pasukan Rusia sedang memperkuat posisi di kawasan Lysychansk.

"Kota itu terbakar," kata Gaida. "Mereka menyerang kota itu dengan menggunakan taktik brutal."

Setelah Ukraina berjuang habis-habisan untuk mengadang Rusia merebut Ibu Kota Kyiv pascapeluncuran invasi pada 24 Februari lalu, Moskow mengalihkan perhatiannya untuk mengendalikan secara penuh provinsi Luhansk serta Donetsk di Donbas, Ukraina timur.

Kalangan separatis dukungan Moskow bertempur di kawasan itu sejak Rusia pertama kali menyerang Ukraina pada 2014. Sudah ribuan warga sipil tewas dan bangunan di kota-kota rata dengan tanah sejak Rusia mulai menyerbu pada 24 Februari.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia melancarkan teror dengan serangan rudal. Seperti dilaporkan AFP, Sabtu (2/7/2022), Zelensky menyalahkan Moskwa atas serangan rudal di kota Sergiyvka, yang menewaskan 21 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Rudal menghantam satu gedung apartemen dan pusat rekreasi di kota Sergiyvka sekitar 80 km selatan pelabuhan Laut Hitam Odessa, yang telah menjadi titik nyala strategis dalam perang yang sudah berlangsung lebih dari empat bulan.

Serangan itu terjadi sehari setelah Moskwa meninggalkan posisi di sebuah pulau strategis dalam kemunduran besar invasi Kremlin.

Dalam pidato harian, Zelensky mengatakan korban tewas termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun. Dia menambahkan bahwa sekitar 40 orang telah terluka dan jumlah korban tewas bisa meningkat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI