SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Sri Lanka Hanya Miliki Sisa Bahan Bakar Kurang dari Sehari

Senin, 4 Juli 2022 | 12:20 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Antrean kendaraan di sepanjang jalan untuk membeli bahan bakar di sebuah pompa bensin di Kolombo pada 3 Juli 2022.

Kolombo, Beritasatu.com – Menteri energi Sri Lanka pada hari Minggu (3/7/2022) mengatakan, negara yang mengalami krisis ekonomi parah itu hanya memiliki sisa bahan bakar yang bahkan kurang dari konsumsi sehari.

Antrean mengisi bensin dan solar meliuk-liuk di ibu kota Kolombo hingga beberapa kilometer, meskipun sebagian besar stasiun pompa tidak memiliki bahan bakar selama berhari-hari.

Advertisement

Menteri Energi Kanchana Wijesekera mengatakan cadangan bensin di negara itu sekitar 4.000 ton, yang hanya di bawah konsumsi satu hari.

"Pengiriman bensin berikutnya diharapkan antara tanggal 22 dan 23 (Juli)," kata Wijesekera kepada wartawan di Kolombo.

"Kami telah menghubungi pemasok lain, tetapi kami tidak dapat mengkonfirmasi pasokan baru sebelum tanggal 22."

Pekan lalu, Sri Lanka yang kekurangan uang mengumumkan penghentian dua minggu untuk semua penjualan bahan bakar kecuali untuk layanan penting untuk menghemat bensin dan solar untuk keadaan darurat.

Sebagian besar toko tutup pada hari Minggu, dengan situasi yang diperkirakan akan memburuk ketika bank dan kantor dibuka kembali pada hari Senin (4/7/2022).

Orang-orang yang putus asa terlihat mencoba menghentikan beberapa kendaraan di jalan berharap untuk tumpangan.

Bus milik swasta, yang merupakan dua pertiga dari armada negara itu, mengatakan mereka mengoperasikan layanan minimal pada hari Minggu karena mereka sangat terpengaruh oleh kekurangan bahan bakar.

"Kami mengoperasikan sekitar 1.000 bus di seluruh negeri dari 20.000 yang dimiliki oleh anggota kami," kata ketua Asosiasi Operator Bus Swasta Gemunu Wijeratne.

"Situasinya pasti akan bertambah buruk besok karena kami tidak punya cara untuk mendapatkan solar."

Dia mengatakan layanan akan dibatasi lebih lanjut pada hari Senin dan tidak melihat solusi segera.

Angkutan roda tiga (bajaj) transportasi jarak jauh yang populer, juga tidak ada di jalanan, dengan sebagian besar terlihat dalam antrean berhari-hari untuk mendapatkan jatah enam liter bensin.

Kekurangan mata uang asing untuk membiayai bahkan impor yang paling penting telah menyebabkan krisis ekonomi terburuk di negara itu, dengan 22 juta orang menghadapi kesulitan berat setiap hari.

Sri Lanka juga menghadapi rekor inflasi tinggi dan pemadaman listrik yang lama sejak akhir tahun lalu.

Semua lembaga pemerintah dan sekolah yang tidak penting telah diperintahkan ditutup hingga 10 Juli untuk mengurangi perjalanan dan menghemat energi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI