SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ini Kronologi Penusukan Ibu dan Anak oleh Polisi Gadungan di Bekasi

Senin, 4 Juli 2022 | 19:39 WIB
Oleh : Mikael Niman / JEM
Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki memperlihatkan pelaku penusukan ibu dan anaknya di Mapolres pada Senin, 4 Juli 2022.

Bekasi, Beritasatu.com – Jajaran Reskrim Polsek Bantargebang dan Polrestro Bekasi Kota telah menangkap pelaku penusukan ibu dan anak di Mustikajaya, Kota Bekasi. Pelaku bernama Rheinaldy Zein Maulana Pawanda (23) menjadi polisi gadungan karena terbelit utang dan ingin mendapatkan uang dengan cara mudah.

Advertisement

“Aksi pelaku sudah direncanakan pada pertengahan Juni 2022 lalu,” kata Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki, saat memperlihatkan pelaku pada Senin (4/7/2022).

Menurutnya, kejadian bermula saat pelaku beraksi pada Kamis, 1 Juli 2022 pukul 18.00 WIB. Pelaku berangkat dari rumahnya di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, dengan mengenakan celana taktikal warna hitam, sepatu PDL, dan rompi bertulisan “Polisi”. Dengan mengendarai Honda Vario, pelaku mulai mencari sasaran dengan berkeliling kampung.

Setibanya, di Jalan Cipete Raya, Babakan Cipete Raya, Mustikajaya, pelaku melihat korban Siti Rohani (51) dan anaknya, Melinda Eka (26). Lalu, pelaku menanyakan kepada korban keberadaan bapak/suami apakah ada di rumah? Dijawab, korban tidak ada di rumah masih bekerja.

Kemudian, korban mempersilakan pelaku masuk. Setelah berada di dalam kamar tamu, pelaku menjelaskan kepada korban bahwa ia merupakan petugas kepolisian yang hendak mencari suami/ayah korban karena terlibat kasus narkoba. Saat berbincang di dalam, korban Melinda hendak keluar rumah tetapi tidak diperbolehkan pelaku. Bahkan, pelaku mengunci pintu dari dalam. Korban berteriak meminta pertolongan tetangga sekitar.

Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata jenis golok dan membacok punggung Melinda hingga gagang golok terlepas. Pelaku kemudian mengambil golok yang terjatuh dan menusuk perut Siti Rohani. Melinda berhasil keluar rumah dan meminta pertolongan tetangga.

Pelaku yang keluar dari rumah korban, memberitahu kepada warga sekitar yang berkerumun bahwa dirinya anggota polisi. Kemudian pelaku meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengendarai sepeda motor yang di parkir di depan rumah korban.

“Pelaku ditangkap pada 1 Juli 2022 petang, saat menjemput pacarnya di Kawasan MM2100, Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI