SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

VaksinBooster Kedua untuk Nakes, Ini Respons dari PB IDI

Senin, 4 Juli 2022 | 20:19 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Warga membawa kartu vaksinasi booster Covid-19 di sebuah toko ponsel di kawasan Condet, Jakarta Timur, Rabu, 20 April 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Sebelum vaksinasi booster kedua untuk nakes dilakukan, PB IDI mendorong agar target booster untuk masyarakat terpenuhi terlebih dahulu. Hal itu menanggapi wacana tenaga kesehatan (nakes) mendapat booster kedua atau dosis keempat vaksinasi Covid-19.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), M Adib Khumaidi mengatakan untuk situasi saat ini, IDI mendorong target vaksinasi booster untuk masyarakat terlebih dahulu. Pasalnya, cakupan vaksinasi booster masih sangat rendah.

Advertisement

“Kita mendorong target vaksinasi booster untuk masyarakat terlebih dahulu karena kita tahu masih 27% beberapa hari yang lalu,” kata Adib usai acara Konferensi Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association) tahun 2022 yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat baru akan diterapkan paling lama dua minggu lagi.

Keputusan tersebut merujuk pada hasil Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan akan diatur melalui peraturan Satgas Penanganan Covid-19 dan peraturan turunan lainnya.

"Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik. Selain itu, pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi," kata Luhut, Senin (4/7/2022).

Presiden Joko Widodo(Jokowi) meminta agar vaksinasi ketiga atau booster dan disiplin penerapan protokol kesehatan dapat terus ditingkatkan. Sehingga dapat terus mendukung penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang sedang dilakukan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam rapat terbatas terkait evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/7/2022).

Dalam rapat evaluasi kebijakan PPKM tersebut, Jokowi mengungkapkan kasus Covid-19 di Tanah Air per 3 Juli 2022 mencapai 1.614 kasus. “Dan diprediksi puncak kasusnya akan berada di bulan Juli ini, di minggu kedua atau minggu ketiga,” kata Jokowi.

Untuk itu, ia menegaskan perlunya peningkatan laju vaksinasi booster dan disiplin protokol kesehatanperlu digaungkan kembali.

Diungkapkannya, hingga saat ini realisasi vaksinasi booster secara nasional masih mencapai 24,5%. Karena itu, ia meminta Kapolri, Panglima TNI, Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendongkrak laju vaksinasi booster.

“Seperti kita lihat angkanya vaksinasi booster nasional 24,5%. Saya kira ini terus kita dorong. Saya minta Kapolri, Panglima TNI dan juga Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan, terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antar masyarakat yang tinggi,” terang Jokowi.

Kemudian, Jokowi meminta jajarannya untuk menggaungkan kembali disiplin penerapan protokol kesehatan untuk mencegah terjadi penyebarluasan Covid-19.

“Juga perlu kita gaungkan kembali, pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan. Ini penting, karena kita tidak mau pengendalian Covid-19 ini bisa mengganggu ekonomi kita,” ujar Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI