SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Anggapan Galon Guna Ulang Membahayakan Dipertanyakan

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:04 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Produk air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang.

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana pelabelan Bisfenol A (BPA) pada kemasan galon guna ulang terus menuai pro dan kontra.

Anggota Komisi IX DPR, Dewi Aryani mempertanyakan pihak-pihak yang menyatakan air galon guna ulang membahayakan kesehatan.

Advertisement

"Kata siapa itu? Yang hembuskan siapa dan di mana lokasi yang diduga?" ujar Dewi Aryani kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, pihaknya di Komisi IX DPR pun belum mendapatkan informasi yang mengatakan air galon guna ulang itu berbahaya untuk kesehatan. "Sampai saat ini Komisi IX belum pernah mendengar ada isu itu,” tegasnya.

Komisi IX DPR sendiri belum membahas persoalan kemasan galon guna ulang ini dengan Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM).

"Sampai saat ini kami belum bahas khusus terkait hal ini,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melkiades Laka Lena saat dihubungi terpisah.

Urgensi pengesahan aturan label BPA pada kemasan galon guna ulang juga belum terlihat dari kacamata kesehatan publik. Meskipun BPOM mengangkat isu kesehatan publik sebagai narasi bagi pengesahan regulasi ini, sejumlah pakar kesehatan masih belum menemukan bukti empiris terkait bahaya BPA bagi kesehatan.

Dokter spesialis kandungan yang juga Ketua Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), M Alamsyah Aziz, mengatakan bahwa sampai saat ini dirinya tidak pernah menemukan adanya gangguan terhadap
janin karena ibunya meminum air galon guna ulang.

Karena itu, dia meminta para ibu hamil agar tidak khawatir menggunakan kemasan AMDK galon guna ulang ini, karena aman sekali dan tidak berbahaya terhadap ibu maupun pada janinnya.

Galon Guna Ulang.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof Aru Wisaksono Sudoyo, turut menegaskan bahwa belum ada bukti air galon guna ulang menyebabkan penyakit kanker. Dia menegaskan, 90%- 95% kanker itu dari lingkungan atau environment.

"Kebanyakan karena paparan-paparan gaya hidup seperti kurang olahraga dan makan makanan yang salah, merokok, dan lain sebagainya. Jadi, belum ada penelitian air galon itu menyebabkan kanker,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima, Selasa (5/7/2022).

Tidak hanya dari sisi kesehatan saja yang belum ditemukan bukti terkait, namun juga dari sisi konsumen juga belum ditemukan keluhan atas bahaya penggunaan kemasan galon guna ulang maupun BPA.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) juga mengakui, sama sekali belum pernah menerima pengaduan dari masyarakat mengenai adanya bahaya penggunaan air galon guna ulang.

Pengaduan soal pangan yang diterima BPKN selama ini hanya terkait dengan kedaluwarsa danmakanan yang rusak dalam kemasannya.

Wakil Ketua BPKN, Rolas Budiman Sitinjak, menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini belum pernah menerima pengaduan dari masyarakat terkait bahaya AMDK galon.

Menurut dia, pengaduan yang masuk ke BPKN terkait kasus kesehatan itu hanya dalam hal keracunan makanan dan minuman serta beberapa kasus terkait dalam hal kemasan yang tidak sesuai dan juga dalam hal kedaluwarsa.

"Terkait dengan AMDK galon, belum ada pengaduan dalam hal tersebut,” tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI